kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hatta: Presiden wajib ke luar negeri


Senin, 20 September 2010 / 15:54 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menilai anggaran kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke luar negeri tidak perlu dipersoalkan. Sebab, kunjungan kerja ke luar negeri itu sifatnya wajib.

Apalagi dalam tahun ini saja ada berbagai pertemuan tingkat internasional yang meminta kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di antaranya, pertemuan ASEAN, ASEM, G20, APEC meeting, dan pertemuan yang berkait dengan undangan PBB. "Sebetulnya kalau kita lihat jauh sudah dikurangi," katanya sebelum sidang kabinet terbatas di kantor Presiden, Senin (20/9).

Hatta juga menolak jika kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dibandingkan dengan kinjungan kerja presiden sebelumnya. "Tugasnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang lalu," kata dia.

Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi (FitrA) mengungkapkan total anggaran dinas pejabat ke luar negeri baik lembaga negara maupun kementerian dalam APBN 2010 mencapai Rp 19,5 triliun. Biaya perjalanan terbesar adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan jumlah Rp 179,034 miliar disusul kemudian DPR sebesar Rp170,351 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×