kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.039   31,00   0,17%
  • IDX 6.276   41,68   0,67%
  • KOMPAS100 823   5,05   0,62%
  • LQ45 628   4,10   0,66%
  • ISSI 217   0,96   0,45%
  • IDX30 353   2,67   0,76%
  • IDXHIDIV20 433   2,17   0,51%
  • IDX80 94   0,51   0,55%
  • IDXV30 119   0,51   0,43%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Hatta: Presiden wajib ke luar negeri


Senin, 20 September 2010 / 15:54 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menilai anggaran kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke luar negeri tidak perlu dipersoalkan. Sebab, kunjungan kerja ke luar negeri itu sifatnya wajib.

Apalagi dalam tahun ini saja ada berbagai pertemuan tingkat internasional yang meminta kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di antaranya, pertemuan ASEAN, ASEM, G20, APEC meeting, dan pertemuan yang berkait dengan undangan PBB. "Sebetulnya kalau kita lihat jauh sudah dikurangi," katanya sebelum sidang kabinet terbatas di kantor Presiden, Senin (20/9).

Hatta juga menolak jika kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dibandingkan dengan kinjungan kerja presiden sebelumnya. "Tugasnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang lalu," kata dia.

Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi (FitrA) mengungkapkan total anggaran dinas pejabat ke luar negeri baik lembaga negara maupun kementerian dalam APBN 2010 mencapai Rp 19,5 triliun. Biaya perjalanan terbesar adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan jumlah Rp 179,034 miliar disusul kemudian DPR sebesar Rp170,351 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×