kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.848   39,00   0,23%
  • IDX 8.126   -109,97   -1,34%
  • KOMPAS100 1.142   -13,96   -1,21%
  • LQ45 823   -11,25   -1,35%
  • ISSI 290   -3,12   -1,07%
  • IDX30 434   -5,45   -1,24%
  • IDXHIDIV20 523   -4,50   -0,85%
  • IDX80 128   -1,25   -0,97%
  • IDXV30 143   -0,55   -0,38%
  • IDXQ30 139   -2,08   -1,47%

Dinas luar negeri, negara rogoh kocek Rp 19,5 triliun


Minggu, 19 September 2010 / 15:55 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Agenda untuk pergi ke luar negeri bukan hanya milik DPR saja. Namun seluruh Kementerian dan lembaga di daerah juga punya agenda perjalanan dinas ke luar negeri. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyatakan negara secara total mengeluarkan anggaran Rp 19,5 triliun untuk agenda tersebut.

"Ini tercantum dalam APBN 2010," ujar Sekretaris Jenderal FITRA Yuna Farhan dalam rilis yang diterima KONTAN, Minggu (19/9). Dia menyesalkan anggaran sebesar itu harus turun di tengah keprihatinan kehidupan masyarakat. Terutama jika dikaitkan dengan program pengentasan kemiskinan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan PNPM yang hanya menghabiskan Rp 7,4 triliun.

Dari hitungan FITRA, anggaran Istana Kepresidenan untuk pergi ke luar negeri menduduki peringkat tertinggi sebanyak Rp 179,03 miliar. Lalu diikuti dengan DPR sebanyak 170,351 miliar. Lalu Kementerian Kesehatan sekitar Rp 145,3 miliar. Ada pula Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata memiliki anggaran terbesar keempat dengan jumlah Rp 60,8 miliar. Kemudian ada Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga memiliki anggaran Rp 38,5 miliar. Lalu, Dewan Perwakilan Daerah tercatat di posisi keenam dengan total anggaran Rp 35,863 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×