kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.800   19,00   0,11%
  • IDX 8.938   4,05   0,05%
  • KOMPAS100 1.231   4,30   0,35%
  • LQ45 869   4,01   0,46%
  • ISSI 323   0,82   0,25%
  • IDX30 443   0,40   0,09%
  • IDXHIDIV20 518   2,42   0,47%
  • IDX80 137   0,52   0,38%
  • IDXV30 145   1,34   0,93%
  • IDXQ30 142   0,48   0,34%

Hatta kritik pembahasan RUU OJK yang macet


Jumat, 15 Juli 2011 / 11:20 WIB
ILUSTRASI. Brown Canyon Boyolali merupakan tempat wisata yang asalnya hanya berupa bukit pertambangan biasa. Dok: Instagram Brown Canyon Boyolali.


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Umar Idris

JAKARTA. Jalan buntu pembahasan Rancangan Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan (RUU OJK) mestinya tidak terjadi, bila pembahasannya tidak hanya berkutat pada soal tata cara pemilihan anggota komisioner OJK.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan hal substansial seperti soal transisi dan pengawasan, jauh lebih penting ketimbang masalah tata cara pemilihan dewan komisioner."Tidak hanya sekadar bagaimana cara memilih komisioner, tetapi yang paling penting juga substansinya itu juga sangat penting. Saya harapkan nanti dewan dan pemerintah menemukan titik temu itu," ujar Hatta menjawab pers di Jakarta, Jumat (15/7).

Hatta mengatakan, mestinya pembahasan RUU ini fokus ke soal transisi dan pengawasan. "Jangan berhenti hanya sekadar deadlock hanya karena tata cara. Itu kan memilih komisioner, tapi bagaimana nanti transisinya, pengawasannya, itu jauh lebih penting lagi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×