kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.746   27,00   0,15%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Haru! Jemaah Haji Indonesia Mulai Dipulangkan dari Madinah ke Tanah Air


Selasa, 16 Juni 2026 / 13:48 WIB
Haru! Jemaah Haji Indonesia Mulai Dipulangkan dari Madinah ke Tanah Air
ILUSTRASI. Kloter Pertama Gelombang Kedua Tinggalkan Madinah, Suasana Haru Warnai Pelepasan Jemaah (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Petugas haji Daerah Kerja (Daker) Madinah PPIH 2026 melambaikan tangan saat mengantar keberangkatan jemaah haji Indonesia dari hotel tempat mereka menginap di Madinah pada Senin(15/6/2026) sore. Suasana perpisahan berlangsung penuh kehangatan dan haru ketika para jemaah bersiap menuju bandara untuk memulai perjalanan pulang ke Tanah Air.

Kloter pertama yang diberangkatkan berasal dari embarkasi Kertajati (KJT 21) dengan jumlah 444 jemaah.

Sejumlah petugas terlihat menyalami dan mendoakan para jemaah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji serta masa tinggal mereka di Madinah. Momen pelepasan tersebut diwarnai rasa haru, mengingat kedekatan yang terjalin antara petugas dan jemaah selama menjalani pelayanan di Kota Nabi.

Baca Juga: Dirjen DJPPR & Purbaya ke China,Ini 15 Investor yang Ditemui Jelang Panda Bond Terbit

Kepala Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Ramlan Sudarto, mengatakan proses pendorongan jemaah dari hotel menuju bandara secara umum berjalan lancar sesuai dengan rencana yang telah disusun petugas.

Menurut Ramlan, terdapat sedikit kendala saat proses penurunan jemaah di hotel karena harus berbagi penggunaan lift dengan jemaah dari negara lain yang juga tengah bersiap berangkat.

"Karena lift yang tersedia hanya tiga unit, sementara pada saat bersamaan ada jemaah Indonesia serta jemaah dari India dan Pakistan yang juga melakukan pergerakan. Totalnya hampir seribu orang yang harus menggunakan fasilitas yang sama," ujarnya, usai pendorongan jemaah, Senin (15/6/2026).

Meski demikian, ia memastikan kendala tersebut tidak mengganggu jalannya operasional. Seluruh jemaah dapat diarahkan sesuai kelompok dan rombongan masing-masing sehingga proses keberangkatan tetap berlangsung tertib.

"Alhamdulillah secara umum pelaksanaannya lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Jemaah juga mengikuti arahan petugas dengan baik," katanya.

Ramlan menuturkan, setiap musim haji selalu memiliki dinamika tersendiri. Salah satu pemandangan yang menarik perhatian petugas pada musim ini adalah banyaknya jemaah yang membawa suvenir berupa boneka unta dalam jumlah cukup banyak.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Mereda, Purbaya: Anggaran Subsidi Berkurang & Fiskal Makin Longgar

"Biasanya jemaah membawa dua atau tiga boneka unta sebagai oleh-oleh. Kali ini ada yang membawa delapan sampai sepuluh dan dikalungkan di leher. Itu menjadi pemandangan yang cukup menarik," ujarnya.

Terkait teknis pemulangan, Ramlan menjelaskan petugas telah menyiapkan alur keberangkatan secara terstruktur. Jemaah diminta sudah dalam kondisi siap sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatan menuju bandara.

Selain itu, koper kabin harus lebih dulu disusun rapi di lobi hotel. Selanjutnya, satu jam sebelum keberangkatan, seluruh jemaah diminta meninggalkan kamar dan berkumpul di area lobi untuk kemudian diarahkan menuju bus sesuai rombongan masing-masing.

Ia juga mengimbau jemaah pada kloter-kloter berikutnya untuk disiplin mengikuti jadwal yang telah ditentukan petugas agar proses pemulangan berjalan lancar dan tidak menimbulkan keterlambatan.

Menurutnya, ketepatan waktu menjadi faktor penting dalam operasional pemulangan jemaah dari Madinah menuju bandara.

"Kami mengingatkan jemaah agar mematuhi jadwal pendorongan yang sudah ditetapkan. Dalam proses ini, jemaah yang harus menyesuaikan dengan jadwal penerbangan karena pesawat tidak mungkin menunggu keterlambatan rombongan," pungkasnya.

Baca Juga: BGN Bakal Pangkas Penerima MBG, Siswa SMA Berpotensi Tak Lagi Dapat Jatah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×