kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Harga tiket pesawat turun, sektor transportasi alami deflasi 0,24%


Senin, 01 Juli 2019 / 17:07 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sepanjang Juni lalu. Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (1/7) melaporkan, kelompok tersebut mengalami deflasi secara bulanan (mom) sebesar 0,14%, sedangkan secara tahunan (yoy) masih mencatat inflasi sebesar 1,91%.

Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan menyumbang andil sebesar 0,03% terhadap inflasi. Secara spesifik, subkelompok transportasi mengalami deflasi 0,24% dengan sumbangan terbesar berasal dari komponen tarif angkutan udara yang menyumbang deflasi 0,04% di bulan Juni.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penyebab terjadinya deflasi pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan adalah tarif angkutan udara yang sudah mulai turun.

“Kita tahu pemerintah sudah menurunkan tarif batas atas tiket penerbangan 12%-16% pada pertengahan Mei lalu. Dari 82 kota yang dipantau, ada 32 kota yang mengalami penurunan harga tiket penerbangan,” ujar dia.

Kota Makassar mencatat penurunan harga tiket penerbangan paling signifikan yaitu mencapai 12% mom. Harga tiket penerbangan di Batam juga turun 11% mom. Namun, Suhariyanto mengatakan, penurunan harga tiket penerbangan ini dalam konteks bulanan. Sementara, secara tahunan masih terbilang cukup tinggi. 

Kendati angkutan udara mengalami deflasi, tarif angkutan antarkota justru mengalami inflasi dengan andil 0,01%. “Kenaikan tarif bus antarkota dan antarprovinsi terjadi karena masih ada lebaran di awal Juni dan peminatnya sangat banyak,” ungkapnya. 

BPS mencatat, kenaikan tarif angkutan antarkota tertinggi terjadi di Madiun di mana tarif naik hingga 30% secara bulanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×