kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Juni, inflasi bahan makanan capai 4,91% yoy


Senin, 01 Juli 2019 / 13:40 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Juni 2019 sebesar 0,55% secara bulanan (mom) atau 3,28% secara tahunan (yoy). Adapun, inflasi sepanjang Januari hingga Juni 2019 tercatat sebesar 2,05%. 

Kelompok bahan makanan menjadi pendorong utama inflasi bulan Juni dengan inflasi tercatat 1,63% mom dengan andil 0,38% terhadap inflasi. Secara tahunan, inflasi bahan makanan menembus 4,91% yoy. 

BPS mencatat, delapan subkelompok bahan makanan mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi dicatat oleh subkelompok sayur-sayuran sebesar 5,93%. Komoditas yang dominan memberi andil pada inflasi antara lain cabai merah sebesar 0,2%, ikan segar 0,05%, tomat sayur 0,04%, bayam 0,02%, serta berbagai bahan makanan lain seperti daging sapi, jengkol, kacang panjang, kangkung, kentang, wortel, kelapa, dan sebagainya yang masing-masing memberi sumbangan 0,01%. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi pada bulan Ramadan dan Lebaran memang harus selalu diwaspadai. “Karena biasanya menjadi puncak tertinggi permintaan masyarakat terhadap konsumsi berbagai barang makanan maupun bukan makanan,” ujarnya. 

Di sisi lain, ada pula subkelompok bahan makanan yang mengalami deflasi seperti padi-padian deflasi 0,01%, umbi-umbian dan hasilnya 0,39%, daging dan hasilnya, dan subkelompok telur, susu, dan hasilnya 0,55%. 

Adapun, komoditas yang dominan memberi andil deflasi pada bahan makanan yaitu bawang putih dengan andil 0,06%, daging ayam ras dan telur ayam ras dengan andil 0,02%. 

“Bawang putih seperti kita tahu harganya sudah turun sejak masuknya impor, sedangkan harga ayam dan telur turun seiring permintaan yang juga mulai menurun,” tutur Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×