Reporter: Zendy Pradana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) turut mengungkapkan dampak terhadap konsumsi masyarakat di saat perkiraan harga jual produk mengalami peningkatan.
Harga jual produk diprediksi akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pasalnya, harga bahan baku utama kini sudah mulai melonjak akibat konflik geopolitik yang tak kunjung usai.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Erwin Aksa menjelaskan bahwa kenaikan harga barang industri saat ini, akan menyebabkan penurunan daya beli riil.
Baca Juga: Harga Jual Produk Diprediksi Naik, Kadin: Sinyal Inflasi Terasa untuk Konsumen
Sehingga, dengan kondisi seperti ini berpotensi menekan konsumsi rumah tangga.
"Kondisi ini berpotensi menekan konsumsi rumah tangga, yang merupakan kontributor terbesar terhadap PDB Indonesia (lebih dari 50%)," ujar Erwin Aksa kepada Kontan, Minggu (19/4/2026).
Erwin menuturkan bahwa jika kondisi seperti ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka dipastikan efeknya meluas ke perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
"Jika tekanan harga berlangsung cukup lama, maka efeknya bisa meluas ke perlambatan pertumbuhan ekonomi," kata dia.
Baca Juga: Pemerintah Akan Atur Harga Jual Produk Impor yang Terlalu Murah
Erwin menjelaskan, jika kondisi seperti ini berlangsung cukup lama, dunia usaha juga akan mengalami dampak ganda atau berlapis. Salah satunya adalah naiknya biaya produksi.
"Dunia usaha juga akan terdampak ganda: di satu sisi biaya produksi naik, di sisi lain permintaan melemah. Ini dapat menyebabkan pelaku usaha menahan ekspansi, bahkan melakukan efisiensi, termasuk pada tenaga kerja," tutur politisi Golkar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













