kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.058   24,00   0,13%
  • IDX 5.003   -181,72   -3,50%
  • KOMPAS100 632   -25,63   -3,90%
  • LQ45 489   -19,28   -3,79%
  • ISSI 173   -6,62   -3,69%
  • IDX30 274   -9,93   -3,50%
  • IDXHIDIV20 358   -8,22   -2,24%
  • IDX80 73   -2,85   -3,78%
  • IDXV30 101   -0,94   -0,92%
  • IDXQ30 90   -3,11   -3,34%

Harga Pertamax Melonjak, DPR Janji Kawal Daya Beli Masyarakat


Kamis, 11 Juni 2026 / 19:00 WIB
Harga Pertamax Melonjak, DPR Janji Kawal Daya Beli Masyarakat
ILUSTRASI. BBM Non subsidi (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun memahami kekhawatiran masyarakat atas penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. 

Namun menurutnya, kebijakan tersebut perlu dilihat secara utuh dalam konteks tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

"Sebagai wakil rakyat, saya memahami bahwa kenaikan harga BBM selalu menimbulkan beban bagi masyarakat. Karena itu, kebijakan ini harus dipahami bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang,” kata Misbakhun dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Misbakhun menjelaskan bahwa keputusan penyesuaian harga Pertamax tidak terlepas dari berbagai faktor eksternal, mulai dari kenaikan harga minyak dunia, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga meningkatnya biaya penyediaan energi nasional. 

Misbakhun mengatakan Komisi XI DPR RI terus memantau dampak penyesuaian harga BBM terhadap masyarakat dan perekonomian nasional. 

Baca Juga: Harga Pertamax Melambung, Kementerian ESDM Jawab Nasib Kelas Menengah

Menurutnya, komunikasi dengan pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan terkait terus dilakukan untuk memastikan dampak kebijakan dapat diminimalkan.

"DPR tidak hanya melihat sisi fiskalnya, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Karena itu kami mendorong agar langkah penyesuaian ini diikuti kebijakan mitigasi yang terukur untuk menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi," katanya.

Ia menambahkan bahwa berbagai opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.

Misbakhun menilai berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan otoritas ekonomi mulai memberikan sinyal positif terhadap pasar keuangan. 

Baca Juga: Waspadai Efek Berantai Kenaikan Pertamax ke Inflasi dan Konsumsi Masyarakat

Salah satunya melalui keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% guna menjaga stabilitas Rupiah dan mengendalikan tekanan eksternal.

Menurutnya, pasar mulai merespons secara positif. Nilai tukar Rupiah yang sebelumnya mengalami tekanan mulai bergerak membaik, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatat penguatan dalam beberapa hari perdagangan terakhir.

"Kita tentu belum bisa menyimpulkan situasi sepenuhnya pulih. Namun beberapa indikator mulai menunjukkan bahwa langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan berada pada jalur yang tepat," pungkasnya. 

Baca Juga: Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Gerus Daya Beli dan Picu Inflasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×