kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.873   27,00   0,16%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Harga minyak dunia anjlok, ini kata sejumlah ekonom


Senin, 20 April 2020 / 16:41 WIB
Harga minyak dunia anjlok, ini kata sejumlah ekonom
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Flames emerge from flare stacks at Nahr Bin Umar oilfield, north of Basra, Iraq, September 16, 2019. REUTERS/Essam Al-Sudani/File Photo


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Sependapat dengan Bhima, peneliti senior Institute Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi juga menyatakan bahwa penurunan harga minyak ini berdampak negatif pada penerimaan pajak migas dan PNBP migas, meski bisa menurunkan beban subsidi BBM. 

Dengan adanya penurunan penerimaan ini, tak menutup kemungkinan juga bisa memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di satu sisi, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pemerintah masih akan terus memantau perkembangan harga minyak dan pengaruhnya terhadap penerimaan negara. 

Baca Juga: Harga minyak WTI anjlok ke US$ 14 dan bisa berlanjut kuartal II

"Tentu kami akan melihat trend minyak ini sampai dengan akhir tahun 2020, jadi bukan harian atau mingguan untuk saat ini. Dan rata-ratanya untuk 12 bulan tahun anggaran," jelas Askolani kepada Kontan.co.id, hari ini. 

Askolani menambahkan, pemerintah hingga kini masih menggunakan rata-rata harga ICP hingga Maret untuk perhitungan APBN di tahun ini. Menurutnya, hingga perhitungan terakhir, rata-rata ICP masih di kisaran US$ 50 per barel. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×