kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.812   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.082   -95,04   -1,54%
  • KOMPAS100 794   -14,93   -1,85%
  • LQ45 599   -10,17   -1,67%
  • ISSI 210   -2,37   -1,12%
  • IDX30 339   -5,48   -1,59%
  • IDXHIDIV20 416   -5,34   -1,27%
  • IDX80 90   -1,59   -1,73%
  • IDXV30 112   -0,75   -0,66%
  • IDXQ30 108   -1,97   -1,79%

Harga melonjak, Kemtan operasi pasar bawang merah


Selasa, 12 April 2016 / 17:30 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Kementerian Pertanian (Kemtan) menekan harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan menggelar operasi pasar. Kementerian Perdagangan (Kemdag) mencatat harga bawang merah rata-rata nasional mencapai Rp 44.500 per kg pada 11 April 2016.

‎Petugas Direktorat Jenderal Hortikultura Kemtan, Heru Sudaryanto mengatakan, operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati sudah berlangsung dari pekan kemarin dan terbukti harga bawang merah mulai turun.

"Kami mengintervensi harga bawang merah yang mahal, karena stok bawang merah di berbagai daerah melimpah, tapi kok harga di pasar mahal, makanya pak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) menginstruksi untuk operasi pasar tekan harga," ujar Heru saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Heru mengatakan, setiap operasi pasar menyediakan 400 kilogram bawang merah dari hasil panen para petani asal Pati, Bojonegoro, Nganjuk‎, dan lain-lainnya. "Kalau pasokan habis, kami tambah lagi dengan mendatangkan langsung dari sentra bawang merah, harga yang dijual Rp 25.000 per kg, di dalam (pasar) sekarang bisa Rp 28.000 per kg," tutur Heru.

Heru mengatakan, harga bawang merah yang mencapai Rp 40.000 per kg, sangat tidak wajar melihat produksi bawang merah di berbagai daerah sangat melimpah. "Ini ulah pedagang yang nakal, kalau produksi melimpah masa harga mahal," ucapnya.

(Seno Tri Sulistiyono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×