kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.909   23,00   0,13%
  • IDX 6.105   -41,59   -0,68%
  • KOMPAS100 786   -5,76   -0,73%
  • LQ45 603   -3,11   -0,51%
  • ISSI 213   -1,46   -0,68%
  • IDX30 335   -1,00   -0,30%
  • IDXHIDIV20 429   -1,15   -0,27%
  • IDX80 90   -0,69   -0,76%
  • IDXV30 117   0,02   0,02%
  • IDXQ30 109   -0,21   -0,19%

Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis Jadi US$ 145,3 Miliar Pada Juli 2026


Jumat, 07 Agustus 2026 / 10:31 WIB
Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis Jadi US$ 145,3 Miliar Pada Juli 2026
ILUSTRASI. Bank Indonesia melaporkan, posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 mencapai US$ 145,3 miliar.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 mencapai US$ 145,3 miliar, turun tipis dari bulan sebelumnya yang mencapai 145,6 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, perkembangan posisi cadangan devisa Juli 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat.

“Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” tutur Denny dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Ekonomi RI Tertinggal di ASEAN, Investasi Jadi Kunci Kejar Pertumbuhan 6%

Adapun BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

Selain itu, BI juga terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×