kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.960   21,00   0,12%
  • IDX 6.384   40,59   0,64%
  • KOMPAS100 840   6,89   0,83%
  • LQ45 637   6,20   0,98%
  • ISSI 221   1,65   0,75%
  • IDX30 358   3,60   1,02%
  • IDXHIDIV20 437   3,65   0,84%
  • IDX80 96   0,84   0,88%
  • IDXV30 120   0,64   0,54%
  • IDXQ30 114   1,05   0,93%

BGN Temukan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG, Sinkronisasi Dipercepat


Jumat, 07 Agustus 2026 / 09:01 WIB
BGN Temukan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG, Sinkronisasi Dipercepat
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, penyisiran data terus dilakukan untuk memastikan tidak ada penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta data ganda penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan ini mendorong BGN mempercepat sinkronisasi data lintas kementerian dan lembaga agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, sekaligus mempersiapkan pengoperasian 1.700 dapur MBG di wilayah dengan angka stunting tinggi sebagai prioritas berikutnya.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, penyisiran data terus dilakukan untuk memastikan tidak ada penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali.

"Kami saling ngobrol sehingga betul-betul tidak ada dobel identitas. Jangan sampai ada yang dobel," ujarnya usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Kepala BGN Minta Makanan MBG Tak Dibawa Pulang, Ini Alasannya

Menurut Sudaryono, salah satu penyebab munculnya data ganda adalah adanya siswa SMP atau MTs yang tercatat sebagai penerima manfaat melalui dua basis data berbeda, yakni milik Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Karena itu, BGN bersama kementerian dan lembaga terkait melakukan pemadanan data agar setiap penerima hanya memiliki satu identitas dalam sistem MBG.

Selain membahas sinkronisasi data, rapat juga mengevaluasi kesiapan operasional 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah selesai dibangun di daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi.

Seluruh dapur tersebut dinilai siap beroperasi dan akan diaktifkan secara bertahap sesuai prioritas pemerintah.

Baca Juga: Kepala BGN Klarifikasi Isu Bakal Buka 13.000 Dapur MBG

BGN menargetkan penetapan daerah prioritas dilakukan mulai pekan depan.

Wilayah yang menjadi fokus awal antara lain Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias di Sumatra Utara, serta sejumlah kawasan terpencil di Maluku dan Maluku Utara yang masih menghadapi persoalan stunting dan keterbatasan akses layanan gizi.

Melalui pemadanan data penerima manfaat dan percepatan operasional dapur MBG di daerah rawan stunting, pemerintah berharap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis menjadi lebih akurat, efisien, dan mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap upaya penurunan stunting di Indonesia.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/08/06/18212711/bgn-temukan-6-juta-data-ganda-penerima-makan-bergizi-gratis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×