kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Harga keekonomian Premium pernah sentuh Rp 8.000


Rabu, 17 Desember 2014 / 16:43 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, harga keekonomian Premium oleh Pertamina, ternyata pernah menyentuh level Rp 8.000 per liter seiring dengan melemahnya harga minyak.

"Minggu lalu sudah Rp 8.000-an," kata Andi, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/12).

Meski demikian, Andi mengatakan, harga keekonomian Premium bisa jadi kembali naik, sebab nilai tukar rupiah juga tengah melemah. "Tapi lihat nilai tukar, nanti (bisa) naik lagi," kata dia.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia tengah turun menjadi di bawah 60 dollar AS per barel, baik untuk minyak mentah Light Sweet West Texas Intermediate, maupun harga minyak Brent. Andy mengatakan, turunnya harga minyak dunia memang by design oleh produsen minyak dunia utamanya Arab Saudi yang sengaja membanjiri pasokan minyak agar shale gas produksi AS tak lagi kompetitif.

Sejauh ini, harga shale gas ekuivalen di kisaran 60 dollar AS per barel. "Dibikin enggak ekonomis produksi shale gas, sehingga dia mengerem produksi lagi. Nah, kalau sudah mengerem produksi, maka volume akan turun, sementara demand tetap. Akhirnya harga naik lagi," pungkas Andy. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×