kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Harga keekonomian Premium pernah sentuh Rp 8.000


Rabu, 17 Desember 2014 / 16:43 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, harga keekonomian Premium oleh Pertamina, ternyata pernah menyentuh level Rp 8.000 per liter seiring dengan melemahnya harga minyak.

"Minggu lalu sudah Rp 8.000-an," kata Andi, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/12).

Meski demikian, Andi mengatakan, harga keekonomian Premium bisa jadi kembali naik, sebab nilai tukar rupiah juga tengah melemah. "Tapi lihat nilai tukar, nanti (bisa) naik lagi," kata dia.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia tengah turun menjadi di bawah 60 dollar AS per barel, baik untuk minyak mentah Light Sweet West Texas Intermediate, maupun harga minyak Brent. Andy mengatakan, turunnya harga minyak dunia memang by design oleh produsen minyak dunia utamanya Arab Saudi yang sengaja membanjiri pasokan minyak agar shale gas produksi AS tak lagi kompetitif.

Sejauh ini, harga shale gas ekuivalen di kisaran 60 dollar AS per barel. "Dibikin enggak ekonomis produksi shale gas, sehingga dia mengerem produksi lagi. Nah, kalau sudah mengerem produksi, maka volume akan turun, sementara demand tetap. Akhirnya harga naik lagi," pungkas Andy. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×