kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Harga Cabai Melonjak Sampai Rp 160.000 per Kg, Bapanas Bilang Begini


Senin, 13 Januari 2025 / 15:08 WIB
Harga Cabai Melonjak Sampai Rp 160.000 per Kg, Bapanas Bilang Begini
ILUSTRASI. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga cabai mengalami kenaikan dalam sejak awal tahun 2025.. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga cabai mengalami kenaikan dalam sejak awal tahun 2025.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan harga cabai rawit tertinggi mencapai Rp 160.000 per kg di Kabupaten Tanimbar di Provinsi Maluku. 

"Catatan kami tertinggi di Tanibar capai Rp 160.000 per kg di Tanimbar, jauh lebih tinggi acuan pemerintah sebesar Rp 50.000/kg," kata Maino dalam Rakor Pengendalian Inflasi, Senin (13/1). 

Baca Juga: Harga Cabai Meroket, Petani: Produktivitas Turun Karena Hujan

Maino menjelaskan melonjaknya harga cabai karena menurunnya produksi cabai di beberapa wilayah sentra. 

Menurutnya, kendala cuaca ekstrem baik curah hujan tinggi dan angin kencang banyak membuat kegagalan panen di sejumlah daerah. 

"Ini yang membuat peningkatan harga signifikan di hampir semua wilayah," ujarnya. 

Dalam mengatasi hal ini, Maino mengklaim telah melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Dinas terkait di daerah, petani dan pelaku usaha di komoditas cabai. 

Dalam rakor ini telah disepakati agar pemerintah membantu dan menyediakan cabai dengan harga petani yang bisa dinikmati oleh konsumen langsung. 

"Kami juga akan mencermati dalam satu minggu ke depan, apabila terus melambung ada beberapa langkah baik penentuan subsidi transportasi, hingga penjualan pangan murah," jelasnya. 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membantah kenaikan harga cabai lantaran masalah produksi. Dia menyebut kenaikan ini lebih karena distribusi yang tidak merata. 

Baca Juga: Penjualan Eceran Diperkirakan Meningkat pada Awal 2025, Ini Pendorongnya

"Mungkin karena pengaruh curah hujan tinggi. Tapi produksinya cukup ya, ini karena distribusinya," kata dia saat ditemui di Kantornya, Kamis (9/1). 

Selain itu, dia mengklaim harga cabai ini memberikan nafas segar bagi petani. Pasalnya, dia katakan, harga cabai beberapa pekan lalu sempat anjlok, bahkan beberapa petani di beberapa sentra produksi sempat merugi. 

"Tiga minggu lalu kan hancur harganya. Beri napas lah ke petani, kasihan," jelas Amran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×