Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan meningkat pada Oktober 2026. Kenaikan ini terutama didorong oleh lonjakan harga pangan, khususnya komoditas cabai merah dan cabai rawit akibat kendala pasokan dan distribusi.
Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz memperkirakan, inflasi Oktober 2026 mencapai 0,45% secara bulanan (month to month/mtm), meningkat dari September 2026 yang mencapai 0,30% mtm.
Sementara itu, inflasi tahunan diproyeksikan meningkat menjadi 3,46% (year on year/yoy), dnaik ari 3,28% yoy pada September 2026.
"Pendorong utamanya adalah kenaikan harga pangan, terutama cabai merah dan cabai rawit, akibat kendala pasokan dan distribusi," tutur Faiz kepada Kontan, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga: Impor Meningkat, Surplus Neraca Dagang Diprediksi Susut Pada September 2026
Di tengah kenaikan inflasi umum, inflasi inti justru diperkirakan mengalami perlambatan. Irman memproyeksikan inflasi inti pada Oktober 2026 sebesar 2,7% yoy.
Perlambatan inflasi inti terutama dipengaruhi oleh efek basis atau base effect dari kenaikan harga emas yang tinggi pada Oktober tahun lalu. Selain itu, rata-rata harga emas dalam rupiah pada Oktober tahun ini juga mengalami penurunan.
Di sisi lain, tekanan inflasi dari komponen harga yang diatur pemerintah diperkirakan tetap terkendali. Hal ini didukung oleh harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik yang tidak mengalami perubahan pada Oktober 2026.
“Harga BBM dan tarif listrik yang tetap juga membantu membatasi tekanan inflasi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














