kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.36%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.14%

Harga bawang putih naik, pemerintah disarankan tidak bergantung dari impor China


Rabu, 05 Februari 2020 / 15:56 WIB
Harga bawang putih naik, pemerintah disarankan tidak bergantung dari impor China
ILUSTRASI. Pekerja mengupas bawang putih impor dari China sebelum dijual ke pasar di Gudang bawang di Malang, Jawa Timur, Selasa (4/2/2020). Menipisnya pasokan bawang putih di pasaran akibat penghentian impor produk dari China terkait pencegahan penyebaran virus Cor

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bawang putih mulai merangkak naik. Terkait kondisi tersebut, pemerintah dipandang perlu mempertimbangkan opsi untuk diversifikasi pasar impor bawang putih. Pemerintah pun disebut tidak boleh hanya mengandalkan China sebagai pemasok utama.

"Diversifikasi juga penting dilakukan supaya Indonesia tidak tergantung pada satu negara manapun," ucap Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/2/2020).

Baca Juga: Harga cabai rawit setara daging sapi, ini dia yang jadi biang keroknya

Penghentian sementara impor pangan dari China karena merebaknya virus Corona, yang merupakan negara utama pemasok bawang putih Indonesia, akan memengaruhi jumlah pasokan dan kestabilan harga bawang putih.

Menurut data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional saat ini harga bawang putih di Indonesia rata-rata telah melonjak Rp 50.100/kg, dimana sebelumnya Rp 46.000/kg.

Felippa mengatakan, bila merujuk data Food and Agriculture Organization (FAO), China memang mendominasi produksi bawang putih dunia dengan jumlah produksi sekitar 22 juta ton per tahunnya.

Pun Indonesia banyak mengimpor bawang dari China. Pada tahun 2019, menurut data BPS, realisasi impor bawang putih sebesar 465.340 ton atau senilai US$ 529,97 juta. Sekitar 90% pasokan bawang putih di Indonesia dipenuhi oleh impor dari China.

Baca Juga: Pemerintah akan fasilitasi visa overstay bagi wisatawan asal China

Namun banyak negara lain yang juga bisa menjadi pemasok bawang putih, seperti India, Mesir dan Spanyol. Melihat data produksi dari FAO dan data perdagangan dari UN Commtrade, negara-negara ini memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan bawang putih Indonesia.

Di tahun 2017, India memproduksi 1,7 juta ton bawang putih per tahun dan telah mengekspor 33.736 ton. Mesir menghasilkan 274.668 ton dan mengekspor 8.516 ton.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×