kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Hanura pertanyakan kemampuan Hatta sebagai Wapres


Selasa, 13 Mei 2014 / 23:22 WIB
ILUSTRASI. Saham-Saham Ini Banyak Ditadah Asing Saat IHSG Merosot Kemarin


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rencana Partai Hanura untuk bergabung dengan Partai Gerindra, untuk mendukung pencalonan Prabowo Subianto yang akan berduet dengan Hatta Rajasa, ternyata belum solid.

Politisi Partai Hanura, Nuning Kertopati kemudian mempertanyakan sowan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, menemui Presiden SBY

Nuning menjelaskan, pada prinsipnya partainya siap berkoalisi dengan pihak yang memiliki probabilitas menang paling besar atau kuat.

Dalam hal ini, lanjutnya, pasangan yang dapat memenangkan pertarungan, harus memiliki solidarity maker, punya kemampuan memikat rakyat. Sekaligus bisa mengurus negara bangsa ini dengan holistik dan integral.

"Tadi, Pak Prabowo bersama Hata Rajasa bersama-sama sowan ke Presiden SBY. Perlu dipertanyakan kemampuan Hatta Rajasa sebagai solidarity maker. Prabowo-Hatta itu bukan ekuivalen lho, dengan Sukarno-Hatta," sindir Nuning Kertopati Selasa (13/5), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

"Saya rasa gerakan 08 (Prabowo Subianto red) terlalu cepat. Seharusnya dijajaki juga calon lain yang bisa jadi lebih baik. Dari kubu Golkar bisa saja tokoh senior Pak Ginanjar Kartasasmita yang cukup bagus dimasanya dalam pergaulan internasional," katanya lagi.

Atau tokoh-tokoh lain, sambung Nuning, yang memiliki kemampuan baik.

"Termasuk  Ketum saya (Wiranto red) yang juga punya kemampuan baik dalam mengurus negara saat beliau menjabat dalam pemerintahan," tuturnya. (Rachmat Hidayat)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×