kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Gugus Tugas belum temukan pidana korupsi di Pileg


Kamis, 10 April 2014 / 20:12 WIB
ILUSTRASI. Gejala Depresi demi Kesehatan Mental


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku gugus tugas yang dibentuknya bersama empat lembaga lainnya belum menemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi dalam Pemilihan Legislatif yang telah dilaksanakan pada 9 April 2014 kemarin.

"Sampai hari ini gugus tugas yang kemarin dikoordinsikan KPK, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), KIP (Komisi Informasi Pusat), Bawaslu, dan KPU (Komisi Pemilihan Umum), belum mendapat laporan terjadinya tindak pidana korupsi," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (10/4).

Lebih lanjut, menurut Johan, dalam gugus tugas tersebut KPK bertugas untuk memantau dan menindaklanjuti dugaan penerimaan hadiah atau gratifikasi oleh calon legislatif petahana.

Selain itu, KPK juga bertugas memantau dan menindaklanjuti adanya indikasi penggunaan uang negara dalam kampanye pemilu legislatif.

Johan juga bilang, pemantauan menganai kemungkinan terjadinya indikasi tindak pidana korupsi akan terus dilakukan gugus tugas hingga diselenggarakannya Pemilihan Presiden.

"Ini belum berhenti, masih berlangsung. Apabila ada laporan dari masyarakat tim akan bergerak. Karena tim masih bekerja sampai pilpres," tambahnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×