kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Gubernur Papua keberatan perjalanan dinas disunat


Selasa, 25 November 2014 / 09:36 WIB
Gubernur Papua keberatan perjalanan dinas disunat
ILUSTRASI. Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Kamis 8 Juni 2023. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

BOGOR. Rencana Presiden Joko Widodo memangkas perjalanan dinas para pejabat membuat Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe sedikit khawatir. Ia berharap anggaran untuk wilayahnya tidak ikut dipangkas.

Kepada wartawan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2014), Lukas mengatakan wilayahnya itu tidak bisa disamakan dengan wilayah lain, terutama dengan wilayah Indonesia bagian Barat. Kata dia di wilayah yang ia pimpin infrastrukturnya masih sangat minim, dan banyak wilayah yang harus dikunjungi.

"Saya kalau mengunjungi Bupati-bupati itu harus naik pesawat," katanya.

Lukas mengaku tidak mengada-ada. Ia menegaskan bahwa biaya penerbangan di Papua tidaklah murah, dan jumlah pesawat yang beroperasi tidaklah banyak dengan jadwal yang juga tidak menentu. Menurut Lukas sebagian besar perjalanannya adalah perjalanan dengan pesawat sewa.

"Kalau pesawat regulernya sedikit, jadwalnya tidak menentu, jadi mau tidak mau harus naik pesawat sewa," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Presiden Jokowi telah memberikan instruksi untuk mengurangi biaya perjalanan dinas, dari Rp 41 triliun menjadi Rp 25 triliun.

Lukas sendiri setidaknya kini butuh Rp 50 juta untuk biaya perjalanan dirinya. Jika ia membawa staf dan harus mengunjungi sejumlah tempat maka sudah tentu ongkosnya membengkak. (Nurmulia Rekso Purnomo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×