kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Golkar: SBY jadi wakil presiden dimungkinkan UU


Rabu, 04 Desember 2013 / 15:24 WIB
ILUSTRASI. Hati-Hati! Ini 3 Efek Samping Minum Teh yang Jarang Diketahui, Simak Apa Saja.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pernyataan Anas Urbaningrum soal peluang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi calon wakil presiden mendapatkan reaksi dari Partai Golkar.

Wakil Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo yakin bila SBY siap maju sebagai calon wakil presiden maka akan mengubah peta politik nasional.

"Kalau SBY bersedia maju kembali sebagai Wapres pada pemilu 2014 dan itu dimungkinkan oleh UU," kata Bambang ketika dikonfirmasi, Rabu (4/12/2013).

Bambang meyakini akan banyak partai dan calon presiden yang melamar SBY untuk menjadi pendamping di Pemilu 2014.

"Termasuk Partai Golkar.  Jika Pasangan ARB-SBY dapat diwujudkan, saya memprediksi Partai Demokrat akan diuntungkan," kata Anggota Komisi III DPR itu.

Ia menjelaskan, elektabilitas partai Demokrat akan ikut melesat mengikuti Partai Golkar bila berduet di Pemilu 2014.

Sebelumnya, Mantan Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi calon wakil presiden pada pilpres tahun 2014 mendatang. Hal tersebut demi meningkatkan elektabilitas partai berlambang mercy tersebut.

"SBY turunkan diri jadi cawapres," ujar Anas saat berbincang di kantor redaksi Tribunnews, Selasa(3/12/2013).

Anas mengatakan, sikap rela berkorban harus ditunjukkan SBY seperti saat dia menggeser posisinya sebagai Ketua Umum. Padahal, saat itu SBY sudah menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

"Kan sama saat SBY jadi ketua umum," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×