kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Golkar minta kapolri baru tidak ikut politik praktis


Jumat, 15 Oktober 2010 / 17:00 WIB
ILUSTRASI. Bank Maybank Indonesia


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Partai Golongan Karya berharap Komisaris Jenderal Polisi Timur Pradopo tidak ikut dalam kegiatan politik praktis. Partai berlambang pohon beringin ini meminta Kapolri terpilih tersebut tidak menjadi alat penguasa untuk melindungi kepentingan politik tertentu.

Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menegaskan Timur harus netral dalam kegiatan Pemilu. “Kalau politik praktis terjadi maka kiamatlah Polri kita," kata Priyo Jumat (15/10).

Priyo juga berharap Timur bisa melanjutkan reformasi internal di tubuh Polri untuk memperkuat kepercayaan kepada publik. Dia mengatakan, Timur harus menyelesaikan kasus-kasu yang menjadi sorotan masyarakat diantaranya kasus rekening gendut sejumlah perwira tinggi polisi dan kasus Bank Century. Priyo menilai penanganan Century hingga saat ini masih terkatung-katung penyelesaiannya.

Sejatinya, dalam uji kepatutan dan kelayakan kemarin, Timur telah berjanji menuntaskan kasus-kasus besar yang menjadi sorotan masyarakat. Salah satu fokusnya adalah kasus Bank Century. Rencananya, DPR akan mengesahkan Timur sebagai Kapolri dalam sidang paripurna pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×