kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Gita: Keputusan mundur terlalu dipolitisasi beras


Selasa, 04 Februari 2014 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. MP3 Juice: Cara Mengubah Video Menjadi Format Audio, Download untuk Dengarkan Offline


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gita Wirjawan menuturkan keputusan mengundurkan diri sebagai Menteri Perdagangan pada akhir Januari lalu dinilai terlalu dipolitisasi dengan dugaan impor beras jenis medium ke pasaran.

Nyatanya, setelah dilakukan uji laboratorium oleh Sucofindo dan Pusat Pengawasan Mutu Barang (PPMB) Kementerian Perdagangan, hasilnya nihil alias beras tersebut benar-benar sesuai dengan spesifikasi izin.

"Pesannya kalau mau politisir gunakan fakta bukan gosip," kata Gita, Selasa (4/2). Bahkan, pihaknya pun siap bila Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ingin ikut menelusuri pelaksanaan impor beras jenis khusus tersebut.

Gita menambahkan, keputusan dirinya untuk mundur dari kursi Menteri Perdagangan sudah bulat. Bahkan ia yakin, jika masih menjabat sebagai menteri maka kritikan pedas dan cibiran yang dilayangkan kepadanya akan terus menguat.

Seperti diketahui, dalam dua tahun lebih Gita menjabat sebagai Menteri Perdagangan, banyak persoalan yang menerpa Gita.  Beberapa contoh diantaranya yaitu mengenai melambungnya harga kedelai, kisruh impor bawang putih, serta harga daging yang tinggi. "Kalau di sini (Kemendag) masih dipolitisir, kalau keluar sama juga," kata Gita. terlalu dipolitisir dengan dugaan impor beras jenis medium ke pasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×