kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.932   13,00   0,08%
  • IDX 7.689   112,38   1,48%
  • KOMPAS100 1.074   15,57   1,47%
  • LQ45 785   13,04   1,69%
  • ISSI 271   3,81   1,43%
  • IDX30 419   8,52   2,08%
  • IDXHIDIV20 514   11,51   2,29%
  • IDX80 121   1,81   1,52%
  • IDXV30 139   2,71   1,99%
  • IDXQ30 135   2,72   2,06%

Giliran kedelai dan minyak goreng memicu inflasi


Rabu, 09 Februari 2011 / 13:18 WIB
Giliran kedelai dan minyak goreng memicu inflasi
ILUSTRASI. Aplikasi GO-CAR


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Inflasi masih menghantui kendati harga cabai dan beras mulai turun. Sebab, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kenaikan harga minyak goreng dan kedelai.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, kenaikan harga kedelai berpengaruh para produksi tempe dan tahu. "Perlu kita lihat minyak goreng juga, gula pasir agak bertahan sedikit itu saja," ucap Rusman saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Rabu (9/2).

Rusman memperkirakan, pada Februari masih terjadi inflasi namun nilainya tipis. Namun, dia mengatakan terjadinya deflasi juga terbuka tapi angkanya tidak terlalu tinggi.

Untuk inflasi secara keseluruhan, Rusman mengatakan ujian terberat bagi pemerintah terjadi pada pada bulan Februari, Maret, dan April. Jika pemerintah mampu menahan inflasi pada posisi rendah maka target inflasi 5,3% hingga akhir tahun bisa tercapai. "Kalau dia cukup lunak, inflasinya mungkin ada harapan. Lunak itu 0,1%, 0,2%, deflasi itu jenis yang lunak-lunak ya," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×