kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Giliran kedelai dan minyak goreng memicu inflasi


Rabu, 09 Februari 2011 / 13:18 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi GO-CAR


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Inflasi masih menghantui kendati harga cabai dan beras mulai turun. Sebab, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kenaikan harga minyak goreng dan kedelai.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, kenaikan harga kedelai berpengaruh para produksi tempe dan tahu. "Perlu kita lihat minyak goreng juga, gula pasir agak bertahan sedikit itu saja," ucap Rusman saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Rabu (9/2).

Rusman memperkirakan, pada Februari masih terjadi inflasi namun nilainya tipis. Namun, dia mengatakan terjadinya deflasi juga terbuka tapi angkanya tidak terlalu tinggi.

Untuk inflasi secara keseluruhan, Rusman mengatakan ujian terberat bagi pemerintah terjadi pada pada bulan Februari, Maret, dan April. Jika pemerintah mampu menahan inflasi pada posisi rendah maka target inflasi 5,3% hingga akhir tahun bisa tercapai. "Kalau dia cukup lunak, inflasinya mungkin ada harapan. Lunak itu 0,1%, 0,2%, deflasi itu jenis yang lunak-lunak ya," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×