kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Giliran kedelai dan minyak goreng memicu inflasi


Rabu, 09 Februari 2011 / 13:18 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi GO-CAR


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Inflasi masih menghantui kendati harga cabai dan beras mulai turun. Sebab, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kenaikan harga minyak goreng dan kedelai.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, kenaikan harga kedelai berpengaruh para produksi tempe dan tahu. "Perlu kita lihat minyak goreng juga, gula pasir agak bertahan sedikit itu saja," ucap Rusman saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Rabu (9/2).

Rusman memperkirakan, pada Februari masih terjadi inflasi namun nilainya tipis. Namun, dia mengatakan terjadinya deflasi juga terbuka tapi angkanya tidak terlalu tinggi.

Untuk inflasi secara keseluruhan, Rusman mengatakan ujian terberat bagi pemerintah terjadi pada pada bulan Februari, Maret, dan April. Jika pemerintah mampu menahan inflasi pada posisi rendah maka target inflasi 5,3% hingga akhir tahun bisa tercapai. "Kalau dia cukup lunak, inflasinya mungkin ada harapan. Lunak itu 0,1%, 0,2%, deflasi itu jenis yang lunak-lunak ya," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×