kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.896   -205,64   -3,37%
  • KOMPAS100 766   -29,84   -3,75%
  • LQ45 580   -18,21   -3,04%
  • ISSI 204   -7,71   -3,64%
  • IDX30 328   -9,51   -2,81%
  • IDXHIDIV20 404   -8,97   -2,18%
  • IDX80 87   -3,29   -3,65%
  • IDXV30 109   -2,05   -1,85%
  • IDXQ30 105   -2,36   -2,19%

Pemerintah gandeng BI atasi laju inflasi


Jumat, 04 Februari 2011 / 12:22 WIB
ILUSTRASI. Gigih Prakoso, Dirut PT Perusahaan Gas Negara (PGN)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Tekanan laju inflasi saat ini memaksa pemerintah untuk melakukan koordinasi intensif dengan Bank Indonesia (BI). Ini untuk menjaga angka laju inflasi agar tetap stabil.

"Kita selalu rapat koordinasi dengan BI, selalu sebulan sekali. Terutama kita menjaga betul inflasi. Kita bersyukur pangan sudah mulai turun," kata Menteri Koordinasi Perekonomian Hatta Rajasa, Jumat (4/2).

Seperti diketahui, angka inflasi per Januari 0,89%. Sedangkan dalam asumsi makro target dipatok sebesar 5,3%. Terkait hal ini, pemerintah belum mau merevisi asumsi makro. Pasalnya pemerintah percaya pada bulan berikut bakal terjadi deflasi. "Sebentar lagi akan panen raya, kita harapkan akan terjadi deflasi pada pangan, pada bulan-bulan ini, atau bulan-bulan ke depan," katanya.

Untuk merevisi asumsi makro, pemerintah melihat tren harga minyak dalam hal ini harga minyak Indonesia (ICP) kurun waktu setahun. Sebut saja dalam kurun waktu 2010 pernah menyentuh di atas US$90 per barel, namun secara keseluruhan harga ICP pada level US$80 per barel.

Sebagai gambarannya, mengacu data ESDM per Januari 2011, ICP sudah menyentuh level US$97 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×