kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.713   -146,20   -2,13%
  • KOMPAS100 893   -22,92   -2,50%
  • LQ45 657   -12,48   -1,86%
  • ISSI 242   -5,57   -2,25%
  • IDX30 371   -6,01   -1,59%
  • IDXHIDIV20 455   -6,43   -1,39%
  • IDX80 102   -2,19   -2,11%
  • IDXV30 130   -2,09   -1,59%
  • IDXQ30 119   -1,46   -1,21%

Gelar rapat menghadapi bencana, Presiden Jokowi tekankan empat poin


Senin, 14 Januari 2019 / 15:01 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan empat poin penting dalam rapat terbatas (ratas) mengenai peningkatan kesiagaan menghadapi bencana alam. Ada beberapa daerah yang terkena bencana harus segera ditangani.

Pertama Jokowi meminta lembaga yang berkaitan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak bencana dikawal dengan baik. Daerah yang masuk dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi adalah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tengah (Sulteng), serta Banten dan Lampung.

"Rehabilitasi dan rekonstruksi agar bisa segara diselesiakan terutama di NTB kemudian lanjut di Sulteng kemudian baru di Banten dan Lampung," ujar Jokowi saat memimpin Ratas di Kantor Presiden, Senin (14/1).

Kedua, Jokowi menegaskan mengenai sistem peringatan dini. Sistem peringatan dini perlu untuk dicek dan diuji untuk melihat fungsinya dapat berjalan dengan baik. Hal itu agar alat peringatan dini dapat memberikan informasi yang valid bagi masyarakat. Tujuannya adalah untuk meminimalisir terjadinya korban dari bencana tersebut.

Ketiga, Jokowi juga menkankan terkait edukasi kebencanaan. Tingginya tingkat kerawanan bencana dinai perlu adanya pendidikan kebencanaan baik di sekolah mau pun kepada masyarakat.

"Edukasi kebencanaan saya ingin agar akhir bulan ini bisa dimulai, digalakkan di semua daerah terutama daerah rawan bencana," terang Jokowi.

Terakhir, ia meminta peningkatan kesiapan manajemen kebencanaan. Jokowi mengaskan perlu adanya latihan kebencanaan secara rutin dan berkesinambungan. Latihan tersebut melibatkan berbagai pihak baik pemerintah, swasta, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hal itu untuk mempercepat respon terhadap bencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×