kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Gatot: Tantangan terbesar internal RI, politik


Jumat, 07 November 2014 / 10:29 WIB
ILUSTRASI. Promo Debit/ Kredit BRI 25-28 Mei 2023, Diskon Produk Mister Aladin Rp 350.000


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot Suwondo mengatakan bahwa ekonomi Indonesia ke depan masih memiliki prospek cerah. Meski demikian, masih ada tantangan yang perlu dihadapi.

Gatot mengatakan tantangan pertumbuhan ekonomi tahun depan berasal dari faktor internal dalam negeri dan eksternal luar negeri. Dari faktor internal dari dalam negeri adalah soal kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi terkereknya inflasi. Di sisi lain ada kendala sempitnya ruang fiskal akibat besarnya subsidi BBM, juga adanya polarisasi antara golongan yang menghambat sinergis pembangunan

Namun faktor internal yang dirasa paling menjadi tantangan adalah faktor politik yang tak menentu. "Untuk tantang ekonomi, kami sebagai pelaku usaha, cukup optimistis bisa menghadapi. Namun kalau soal politik kami sulit, karena sangat dinamis, tapi punya sentimen ke sektor ekonomi," ujar Gatot.

Sementara itu dari faktor eksternal tantangan ekonomi seperti dampak kebijakkan stimulus The Fed. Selain itu soal koreksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang dampaknya ke ekonomi global. Untuk kawasan Asia Tenggara, tantangan berat tahun depan karena memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×