kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gaikindo menilai penggunaan konverter saja tidak cukup


Kamis, 19 Januari 2012 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. Austindo Nusantara (ANJT) bakal meningkatkan produksi edamame dan sagu tahun ini.


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menilai pengalihan pengunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas tidak cukup dengan menggunakan konverter saja. Alasannya, mesin yang digunakan juga perlu perubahan spefisikasi secara mendasar.

Sekretaris Umum Gaikindo Juwono Andrianto beralasan tidak ada desain mesin yang bisa menggunakan dua bahan bakar. Menurutnya, setiap desain kendaraan bermotor itu dirancang untuk satu jenis bahan bakar saja. "Memang bisa dipakai tetapi tidak maksimum tenaganya. Efek umur kendaraan juga bisa menurun," katanya, Kamis (19/1).

Untuk mengurangi subsidi, Juwono mengusulkan pasokan bahan bakar minyak subsidi lebih sedikit ketimbang yang non subsidi. Dengan demikian, dia memperkirakan, pengguna kendaraan bermotor akan beralih secara alamiah ke bahan bakar minyak non subsidi.

Seperti diketahui, pemerintah mengusulkan penggunaan alat konversi untuk membatasi konsumsi bahan bakar subsidi. Dengan alat konversi ini, pengguna kendaraan bermotor bisa beralih mengunakan bahan bakar gas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×