CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Fundamental ekonomi bagus, rupiah kembali perkasa


Jumat, 14 Februari 2014 / 14:25 WIB
Menhan Prabowo Subianto melambaikan tangan saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022).Rapat Dengar Pendapat tersebut membahas mengenai penyesuaian RKA Kemhan/TNI TA 2023.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat. Kini rupiah kembali ke level Rp 11.000-an setelah betah bertengger di level Rp 12.000-an. Kurs tengah BI berada di level Rp 11.886 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) menilai penguatan rupiah merupakan cerminan dari fundamental perekonomian Indonesia yang baik. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, sisi fundamental maupun teknikal ekonomi Indonesia, mendukung sentimen positif terhadap rupiah.

"Wajar rupiah menguat. Fundamental ekonomi kita baik," ujar Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (14/2).

Menurut Perry, sisi fundamental seperti percepatan penurunan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang lebih cepat dari perkiraan, membantu mendorong positifnya ekonomi Indonesia. Membaiknya kinerja ekspor khususnya non migas, penurunan impor serta terkendalinya tingkat inflasi, membantu menopang penguatan rupiah.

"Semua itu dari sisi fundamental mendukung sisi positif terhadap nilai tukar," jelas Perry.

Sementara itu, isu global seperti pengurangan bertahap stimulus moneter atau tapering off yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat, menurut Perry tidak terlalu banyak memberikan tekanan terhadap rupiah. Sehingga menurutnya, sangat wajar jika perkembangan rupiah memiliki kecenderungan menguat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×