kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.075   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.157   65,31   1,07%
  • KOMPAS100 808   11,46   1,44%
  • LQ45 615   8,60   1,42%
  • ISSI 213   2,40   1,14%
  • IDX30 346   4,81   1,41%
  • IDXHIDIV20 426   4,17   0,99%
  • IDX80 92   1,30   1,43%
  • IDXV30 116   0,75   0,65%
  • IDXQ30 111   1,50   1,37%

Firmanzah: Pemerintah mewaspadai kenaikan BI rate


Kamis, 29 Agustus 2013 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Lee Soo Hyuk, aktor Korea yang saat ini membintangi drama Korea terbaru yang berjudul Tomorrow bersama dengan Kim Hee Sun, Rowoon, dan Yoon Ji On.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) ke 7% yang diumumkan Bank Indonesia (BI) hari ini (29/8) ditanggapi serius pihak Istana.

Kendati demikian, pemerintah menegaskan kenaikan suku bunga patokan BI itu tidak akan menimbulkan krisis moneter di Tanah Air.

Hal itu dikatakan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah kepada KONTAN, Kamis (29/8).

"Belum akan terjadi krisis moneter. Sebab sektor riil dan konsumsi kita masih tinggi. Kalau dibilang krisis, jawabannya juga tidak," ujar Firmanzah.

Namun, Firmanzah menegaskan, pemerintah akan tetap mewaspadai kenaikan BI Rate tersebut. Firmanzah membandingkan pada bulan Oktober 2008 di mana BI Rate waktu itu mencapai 9,5%, sementara saat ini hanya 7%.

Ia bilang langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kondisi sekarang ini adalah dengan mendorong investasi.

Pemerintah juga akan terus mendorong ekspor, impor substitution, daya beli masyarakat dan mengelola pasokan kebutuhan pokok untuk menahan laju inflasi. "Penyerapan tenaga kerja juga akan dipertahankan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi,” kata Firmanzah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×