kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Fakta Mengejutkan: Satu Desa Jadi Pusat Kejahatan Pajak Rp180 Miliar


Kamis, 22 Januari 2026 / 14:30 WIB
Fakta Mengejutkan: Satu Desa Jadi Pusat Kejahatan Pajak Rp180 Miliar
ILUSTRASI. DJP bongkar jaringan faktur fiktif lintas wilayah, kerugian capai Rp 180 miliar


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkap fakta mengejutkan terkait praktik kejahatan perpajakan di Indonesia. 

Otoritas pajak menemukan satu desa yang secara masif menjadi produsen faktur pajak fiktif, dengan total potensi kerugian negara mencapai hampir Rp 180 miliar.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menyampaikan, jaringan faktur pajak fiktif tersebut memanfaatkan skema pengembalian pendahuluan pajak atau advance refund dengan menggunakan transaksi yang tidak berdasarkan kegiatan usaha yang sebenarnya.

Baca Juga: Target Pajak Karyawan Turun di Tahun 2026, Purbaya: Ekonomi Melambat

"Kita tahun ini sudah berhasil menangkap jaringan faktur fiktif yang merugikan negara hampir Rp 180 miliar. Cukup masif," ujar Bimo dalam Seminar Outlook Ekonomi dan Perpajakan 2026, Selasa (20/1).

Bimo menjelaskan, modus yang digunakan adalah transaksi tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya atau transaksi tidak berbasis substansi (TBTS). 

Faktur pajak fiktif tersebut kemudian digunakan untuk mengajukan restitusi pajak, seolah-olah terdapat aktivitas usaha yang sah.

Menariknya, meski basis jaringan berada di satu desa, para pelaku berhasil diamankan di wilayah Banten. 

Hal ini menunjukkan bahwa praktik kejahatan pajak tersebut bersifat terorganisasi lintas wilayah dan tidak berdiri sendiri.

Baca Juga: Purbaya Bantah Rupiah Melemah Akibat Pencalonan Thomas Djiwandono di BI

"Ada sebuah desa di sebuah provinsi yang isinya adalah produsen faktur fiktif. Tapi berhasil kita amankan, kita tangkap dan ketemunya di Banten.Padahal itu di ujung barat Indonesia, desanya itu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×