kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Fakta Mengejutkan: Satu Desa Jadi Pusat Kejahatan Pajak Rp180 Miliar


Kamis, 22 Januari 2026 / 14:30 WIB
Fakta Mengejutkan: Satu Desa Jadi Pusat Kejahatan Pajak Rp180 Miliar
ILUSTRASI. DJP bongkar jaringan faktur fiktif lintas wilayah, kerugian capai Rp 180 miliar


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkap fakta mengejutkan terkait praktik kejahatan perpajakan di Indonesia. 

Otoritas pajak menemukan satu desa yang secara masif menjadi produsen faktur pajak fiktif, dengan total potensi kerugian negara mencapai hampir Rp 180 miliar.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menyampaikan, jaringan faktur pajak fiktif tersebut memanfaatkan skema pengembalian pendahuluan pajak atau advance refund dengan menggunakan transaksi yang tidak berdasarkan kegiatan usaha yang sebenarnya.

Baca Juga: Target Pajak Karyawan Turun di Tahun 2026, Purbaya: Ekonomi Melambat

"Kita tahun ini sudah berhasil menangkap jaringan faktur fiktif yang merugikan negara hampir Rp 180 miliar. Cukup masif," ujar Bimo dalam Seminar Outlook Ekonomi dan Perpajakan 2026, Selasa (20/1).

Bimo menjelaskan, modus yang digunakan adalah transaksi tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya atau transaksi tidak berbasis substansi (TBTS). 

Faktur pajak fiktif tersebut kemudian digunakan untuk mengajukan restitusi pajak, seolah-olah terdapat aktivitas usaha yang sah.

Menariknya, meski basis jaringan berada di satu desa, para pelaku berhasil diamankan di wilayah Banten. 

Hal ini menunjukkan bahwa praktik kejahatan pajak tersebut bersifat terorganisasi lintas wilayah dan tidak berdiri sendiri.

Baca Juga: Purbaya Bantah Rupiah Melemah Akibat Pencalonan Thomas Djiwandono di BI

"Ada sebuah desa di sebuah provinsi yang isinya adalah produsen faktur fiktif. Tapi berhasil kita amankan, kita tangkap dan ketemunya di Banten.Padahal itu di ujung barat Indonesia, desanya itu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×