kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.863   17,00   0,10%
  • IDX 8.848   -88,29   -0,99%
  • KOMPAS100 1.221   -7,82   -0,64%
  • LQ45 863   -5,10   -0,59%
  • ISSI 323   -1,30   -0,40%
  • IDX30 439   -0,53   -0,12%
  • IDXHIDIV20 518   1,04   0,20%
  • IDX80 136   -0,85   -0,62%
  • IDXV30 144   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 141   0,48   0,34%

Fadli Zon mencuit utang melampaui batas, Stafsus Menkeu Yustinus menjawab


Selasa, 14 April 2020 / 12:44 WIB
Fadli Zon mencuit utang melampaui batas, Stafsus Menkeu Yustinus menjawab
ILUSTRASI. Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat memberikan keterangan pers terkait kedatangannya ke Gedung KPU Pusat, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019). Fadli Zon datang sebagai anggota DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan dan kehadirannya tersebut dalam rangka melihat c


Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik penarikan utang jumbo melalui surat utang (obligasi) global yang dilakukan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Kritik tersebut Fadli Zon sampaikan dalam sebuah cuitandi media sosial Twitter @fadlizon pada Minggu (12/4).

“HATI-HATI, UTANG KITA SUDAH MELAMPAUI BATAS AMAN! (a thread)”

Fadli menilai, pemerintah tidak seharusnya berbangga atas penerbitan obligasi global berdenominasi dollar AS sebesar US$ 4,3 miliar atau setara Rp 68,8 triliun (kurs Rp 16.000) yang dilakukan pekan lalu, Selasa (7/4).

Sebaliknya, Fadli mengatakan, kenyataan bahwa Indonesia menjadi negara pertama (di Asia) yang menerbitkan obligasi global di tengah pandemi Covid-19, mestinya membuat pemerintah malu lantaran menunjukkan betapa ringkihnya perekonomian Indonesia.

"Begitu rapuhnya ekonomi kita, sehingga meskipun krisis baru saja dimulai, kita sudah membutuhkan suntikan utang dalam jumlah besar. Sekali lagi, tak sepatutnya hal semacam itu diceritakan sbg sebuah kebanggaan, apalagi prestasi,” tulis Fadli.

Sebelum pandemi, kebutuhan utang pemerintah mencapai Rp 741,84 triliun, terdiri dari pembiayaan defisit anggaran Rp 351,9 triliun dan pembayaran utang jatuh tempo Rp 389,98 triliun. 

Kini pemerintah berencana menerbitkan Pandemic Bond dengan total Rp 449,9 triliun sehingga total utang dinilainya akan kian membengkak.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×