kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Fadli Zon: Banyak ASN yang nolak ke ibu kota baru karena dijalankan secara amatiran


Kamis, 29 Agustus 2019 / 06:49 WIB
Fadli Zon: Banyak ASN yang nolak ke ibu kota baru karena dijalankan secara amatiran
ILUSTRASI. Fadli Zon

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Sejak diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal pekan ini, beredar kabar bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) banyak yang menolak untuk pindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menanggapi hal ini. Menurut dia, penolakan muncul karena eksekutif menjalankan tahapan pemindahan ibu kota dari Jakarta secara tidak profesional.

"Coba bayangin PNS juga pindah. PNS saja saya dengar sudah banyak yang mengeluh dan tidak mau dan menolak (pindah ke ibu kota baru). Nah, inilah karena memang dijalankan secara amatiran," ujar Fadli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8).

Baca Juga: Pemerintah tidak ada rencana bangun bandara dan pelabuhan di ibu kota baru

Sebab, pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta juga pasti akan berdampak pada pemindahan seluruh ASN di kementerian, bahkan ASN di parlemen.

Fadli menekankan, pemindahan ibu kota bukan perkara gampang. Bukan seperti memindahkan rumah atau properti. Tidak hanya pemerintahan saja yang dipindah, namun juga termasuk memindahkan memori kolektif bangsa Indonesia soal ibu kota negara.

"Ini termasuk memindahkan memori kolektif bangsa ya. Karena memori kolektif bangsa kita ini ada di Jakarta," ujar Fadli. "Hari lahirnya Pancasila, hari proklamasi, tempat proklamasi, Undang-Undang Dasar 1945. Ini hampir sebagian besar memori kolektif yang menyatukan bangsa ini ada di Jakarta," lanjut dia.

Baca Juga: Bukit Soeharto dicoret jadi calon ibu kota baru, ini alasan utamanya

Diberitakan, pemerintah mengumumkan rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Rencana itu diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri dan kepala daerah terkait di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8). Saat ini, pemerintah fokus demi menyiapkan rancangan undang-undang sebagai payung hukum pemindahan ibu kota negara tersebut bersama-sama DPR RI.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fadli Zon: Saya Dengar PNS Banyak yang Menolak Pindah ke Ibu Kota Baru"

 




TERBARU

Close [X]
×