kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Evaluasi dulu sebelum putuskan Pengadilan Tipikor daerah bubar


Senin, 07 November 2011 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Eka Saputra | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Wacana meninjau kembali atau membubarkan pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di daerah muncul ke permukaan. Pasalnya, banyak hakim Tipikor di daerah menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi.

Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman, yang membidangi masalah Hukum dan Perundang-Undangan, Hak Asasi Manusia dan Keamanan, mengingatkan, keberadaan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Daerah memiliki dasar hukum yang sah, yakni Undang-Undang No 46/2009 tentang Pengadilan Tipikor. Jadi tidak bisa sembarang dibubarkan.

Daripada membubarkan Tipikor di daerah, ia mengusulkan agar dilakukan audit untuk memastikan kesalahan atau masalah yang ada. Karena ada kemungkinan penyuapan hakim, atau memang tuntutan jaksa yang tidak tepat.

Bila ada pihak yang merasa tidak puas, atau dirugikan dengan putusan Pengadilan Tipikor Daerah, masih terbuka melakukan upaya hukum selanjutnya. “Ini masih dalam proses hukum, baru pengadilan tingkat pertama. Masih bisa diuji lagi, tapi cermati itu tuntutan jaksa bagaimana,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×