kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.859   13,00   0,08%
  • IDX 8.961   23,79   0,27%
  • KOMPAS100 1.237   8,20   0,67%
  • LQ45 874   5,69   0,66%
  • ISSI 326   1,50   0,46%
  • IDX30 442   2,85   0,65%
  • IDXHIDIV20 521   3,82   0,74%
  • IDX80 138   0,97   0,71%
  • IDXV30 145   1,33   0,92%
  • IDXQ30 141   0,91   0,65%

Erwin Riyanto, Deputi Gubernur BI baru


Senin, 20 April 2015 / 21:36 WIB
Erwin Riyanto, Deputi Gubernur BI baru
ILUSTRASI. PT Era Digital Media Tbk (AWAN)


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menyetujui Erwin Riyanto sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) di bidang moneter dan makro-prudensial. Erwin Riyanto terpilih melalui skema voting tertutup dan menyisihkan dua calon lainnya yakni Dody B. Waluyo dan Hendy Sulistiowati.

Dari 53 anggora komisi XI yang mengikuti pemilihan tersebut, sebanyak emapt suara tidak sah. Erwin sensiri memperoleh suara sebanyak 42 orang. Sementara untuk Dody hanya mendapatkan empat suara, dan Hendy sebanyak dua suara.

Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad mengatakan, Erwin cocok memimpin sebagai deputi gubernur BI di bidang moneter dan makro-prudensial karena beberapa hal. Diantaranya terkait dengan pemaparan yang direspon positif oleh anggota komisi XI. "Saya optimis dia dapast bekerja dengan baik dan dapat membawa perbaikan diperbankan," kata Fadel, Senin (20/4).

Faktor lain yang menjadikan Erwin memenangkan pemilihan voting adalah pengalaman-pengalamannya sekala Internasional. Pandangan-pandangan terhadap dunia perbankan yang bagus dan mumpumi.

Setidaknya, ada tiga Pekerjaan Rumah (PR) bagi Erwin dalam menduduki jabatannya. Pertama, membantu persiapan UU Bank Indonesia dan UU Perbankan. Kedua, mengatur kebijakan moneter yang saat ini perrlu perhatan besar. Ketiga, harus banyak berkomunikasi ke publik unruk menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh BI.

Sekedar catatan, setelah disetujuinya Erwin sebagai deputi gubernur BI di bidang moneter dan makro-prudensial, maka DPR akan segera dibawa ke rapat Paripurna hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×