kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS948.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Epidemiolog UI pertanyakan jumlah kasus Covid-19 dan testing yang turun


Kamis, 22 Juli 2021 / 14:09 WIB
Epidemiolog UI pertanyakan jumlah kasus Covid-19 dan testing yang turun
ILUSTRASI. Epidemiolog UI mempertanyakan jumlah kasus Covid-19 dan testing yang turun.

Sumber: Kompas.com | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ahli epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riyono mempertanyakan penurunan kasus harian Covid-19 yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, penurunan kasus itu dibarengi dengan rendahnya testing atau pemeriksaan kasus.

Menurut dia, seharusnya jumlah testing Covid-19 ditingkatkan selama masa pandemi. "Enggak boleh menurun (jumlah testing) disengaja atau tidak, ada manuver enggak? Supaya tanggal 26 Juli (PPKM) bisa dilonggarkan?," kata Pandu saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/7).

Pandu mengatakan, Presiden Joko Widodo seharusnya mempertanyakan mengapa jumlah testing Covid-19 menurun dalam beberapa hari terakhir. Sebab, kata dia, data itu akan dijadikan acuan untuk mengambil kebijakan dalam penanganan pandemi.

"Itu yang saya harapkan dari presiden, (tapi) ternyata tidak. Yang dipilih hanya kasus yang menurun, enggak dicari tahu kenapa itu kasus bisa menurun, seolah-olah itu hasil dari PPKM," ujarnya.

"Kalau itu diambil untuk keputusan, jadi tidak akurat kan," imbuhnya.

Baca Juga: Penyebaran Covid-19 belum terkendali, epidemiolog dorong 3T sebelum relaksasi

Lebih lanjut, Pandu menilai, kasus harian Covid-19 di Indonesia saat ini masih meningkat. Ia mengatakan, jika keterisian tempat tidur di rumah sakit masih meningkat dan kasus kematian masih tinggi, maka tidak benar kasus Covid-19 mengalami penurunan.

"Maka dilihat juga angka rumah sakit, kalau angka RS dan kematian masih tinggi jangan percaya kasus turun," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus harian Covid-19 mengalami penurunan seiring dengan menurunnya jumlah tes Covid-19 yang terdata pemerintah. Data dan fakta itu menunjukkan sangat prematur jika menyatakan bahwa pandemi sudah terkendali.

Data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 hingga Rabu (21/7/2021) menunjukkan sebanyak 33.772 penambahan kasus terkonfirmasi posotif dalam sehari, sehingga totalnya menjadi 2.983.830 kasus.

Sementara, jumlah pasien meninggal akibat terpapar Covid-19 bertambah 1.383 kasus, sehingga totalnya menjadi 77.583 kasus.

Adapun pasien yang sembuh setelah terpapar Covid-19 mencapai 32.887 kasus, maka totalnya menjadi 2.356.553 kasus.
Sebanyak 33.772 kasus positif tersebut didapatkan dari pemeriksaan 153.330 spesimen yang diambil dari 116.232 orang.

Pemeriksaan (testing) Covid-19 dilakukan dengan tes swab polymerase chain reaction (PCR), tes cepat molekuler (TCM), dan rapid antigen. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, positivity rate dengan menggunakan PCR 38,64 persen dan secara total 29,06 persen.

Pekan lalu, atau sejak Rabu (14/7/2021) hingga Sabtu (17/7/2021), penambahan kasus harian Covid-19 selalu melewati 50.000. Jumlah testing pada hari-hari itu juga tak kurang dari 240.000 spesimen.

Kasus mulai turun dan tak lagi melewati 50.000 pada Minggu (18/7/2021). Bahkan beberapa hari belakangan kurang dari 35.000 seiring dengan anjloknya testing.

Baca Juga: Tingkatkan protokol kesehatan antisipasi varian baru Covid-19

Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Dani Prabowo

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertanyakan Jumlah Kasus Covid-19 dan Testing Turun, Epidemiolog: Supaya 26 Juli Bisa Dilonggarkan?".

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×