kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Enam Wilayah Pawitandirogo Mendorong Pengembangan Ekonomi Baru


Senin, 24 Agustus 2026 / 18:31 WIB
Enam Wilayah Pawitandirogo Mendorong Pengembangan Ekonomi Baru
ILUSTRASI. Hutan Gunung Lawu (KOMPAS.com/SUKOCO)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Ada enam wilayah di Jawa Timur bagian barat yang tergabung dalam kawasan Pawitandirogo. Kawasan itu yakni Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun dan Ponorogo.

Keenam wilayah itu tengah mendorong pengembangan ekosistem ekonomi baru berbasis pariwisata, agroforestri dan ekonomi kreatif (ekraf).  Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, karakter geografis kawasan Selingkar Wilis dan Lereng Lawu menyebabkan sektor pariwisata, agroforestri, dan ekonomi kreatif lebih potensial untuk dikembangkan.

“Dua kawasan itu tidak cocok digunakan untuk industri besar maupun persawahan sekalipun karena konturnya pegunungan. Pariwisata, agroforestri dan ekraf yang bisa mengungkit potensi ekonomi,” ujar Emil, dalam keterangannya akhir pekan lalu. 

Pengembangan kawasan dengan pembagian spesialisasi. Ngawi diarahkan sebagai pusat agribisnis, logistik, dan industri pengolahan, Magetan pada pariwisata dan hortikultura. Sedangkan Kota dan Kabupaten Madiun menjadi pusat perdagangan, logistik, dan talenta.

Sementara itu, Ponorogo diarahkan pada pariwisata budaya, pertanian, dan industri kreatif. Lalu Pacitan dikembangkan untuk pariwisata bahari, perikanan, dan logistik jalur selatan.

Dari sisi konektivitas, pemerintah juga mendorong reaktivasi jalur kereta api Madiun-Slahung, Ponorogo. Jalur tersebut dinilai dapat mendukung distribusi hasil agroforestri sekaligus memperlancar pergerakan wisatawan.

“Anggaran untuk reaktivasi jalur ini sudah disiapkan, semoga tidak lama lagi bisa segera dijalankan,” kata Nazib Faizal, Deputi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. 

Baca Juga: Prabowo Janji Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda Riau Jika Berhasil Tangani Karhutla

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan pemerintah siap mendukung pengembangan potensi ekonomi kreatif di Pawitandirogo.

“Pawitandirogo ini mempunyai potensi ekraf yang luar biasa, terutama kekayaan budaya sebagai hulu industri. Kemenekraf siap memfasilitasi akses pendanaan, pasar, dan kekayaan intelektual melalui aktivasi Desa Kreatif dan *Creative Hub*,” ujarnya.

Untuk mendukung pembentukan kawasan, Himpunan Kawasan Industri (HKI) menargetkan penyusunan *Pawitandirogo Investment Readiness Blueprint dalam 90 hari. Blueprint tersebut akan memuat pemetaan rantai pasok, penyiapan lahan, integrasi RTRW, serta pengurusan perizinan.

Dari sisi pembiayaan, Kabupaten Madiun telah menerapkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan Alat Penerangan Jalan (APJ) dengan nilai investasi Rp113,5 miliar.

“Dana itu untuk 7.459 titik selama masa konsesi 10 tahun 9 bulan. Ini bukti bahwa keterbatasan fiskal bukan halangan jika kita kreatif,” kata Bupati Madiun Hari Wuryanto.

Pengembangan Pawitandirogo selanjutnya diarahkan pada penguatan konektivitas, investasi, dan pemanfaatan potensi ekonomi lokal melalui kolaborasi lintas daerah dan pemerintah pusat.



 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×