kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.069   -8,00   -0,04%
  • IDX 5.634   -205,98   -3,53%
  • KOMPAS100 746   -25,22   -3,27%
  • LQ45 564   -17,28   -2,97%
  • ISSI 197   -6,58   -3,23%
  • IDX30 319   -9,81   -2,99%
  • IDXHIDIV20 395   -11,66   -2,87%
  • IDX80 85   -2,60   -2,97%
  • IDXV30 107   -3,95   -3,55%
  • IDXQ30 103   -2,88   -2,71%

Enam sentra produksi padi bakal kena musim kering


Rabu, 03 Juni 2015 / 18:40 WIB
ILUSTRASI. Kontan - BRI Kilas Ultra Mikro Online


Reporter: Mona Tobing | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. El Nino atau musim kemarau yang panjang diprediksi datang pada Juli hingga Oktober mendatang. Kementerian Pertanian (Kemtan) telah mengindentifikasi sejumlah daerah yang terancam mengalami kekeringan. Luas kekeringan diperkirakan bakal mencapai 179.715 hektar (ha).

Ada enam daerah yang luas lahan sawahnya terancam kering. Pertama, Banten seluas 10.596 ha. Kedua, Lampung seluas 1.314 ha. Ketiga, Nusa Tenggara Barat (NTB) seluas 14.371 ha. Keempat, Aceh seluas 15.200 ha

Kelima, Jawa Barat kekeringan bisa mencapai 29.369 ha dan terakhir yang paling luas Sulawesi Selatan 35.440 ha. Keenam daerah tersebut juga teridentifikasi terancam puso. Total luas lahannya mencapai 28.864 ha. Enam daerah tersebut juga menjadi sentra penyanggah produksi beras nasional

Mengantisipasi kondisi ini, Kemtan akan menyebar bantuan pompa air sebanyak 4.180 unit untuk 34 provinsi. Khususnya pada titik-titik yang mengalami kekeringan.

Sementara target setahun Kemtan pengadaan pompa air sebesar 9.178 unit. Sampai Mei realisasi penyaluran pompa telah mencapai 6.011 unit. Pengadaan unit pompa air akan berasal dari alokasi anggaran dari Direktorat Jenderal Prasarana yang pagu APBNP 2015 mencapai Rp 14 triliun.

Sumarjo Gatot Irianto, Direktorat Jenderal PSP mengatakan, saat ini tim mitigasi kekeringan sudah turun ke lapangan. Plus telah menetapkan peta jaringan irigasi. "Peta rawan kekeringan juga sudah kami buat. Namun Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) belum selesai. Timnya sudah jalan karena sudah rapat dengan instansi terkait untuk bahas langkah operasionalnya," katanya, Rabu (3/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×