kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Eksportir khawatirkan pergolakan rupiah


Minggu, 10 Oktober 2010 / 15:56 WIB
Eksportir khawatirkan pergolakan rupiah
ILUSTRASI. PRODUKSI BATUBARA 2018


Reporter: Irma Yani | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Para eksportir mulai cemas melihat nilai tukar rupiah yang terus bergejolak. Ketidakstabilan mata uang di pasar internasional termasuk rupiah, membawa dampak yang cukup besar bagi kinerja ekspor dan perdagangan.

"Yang kita harapkan para eksportir adalah stabilitas nilai tukar, karena khawatir kalau rupiah menguat itu tidak fundamental, tapi situasional," ujar Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI ) Totok Dirgantara, kepada KONTAN, Minggu (11/10).

Totok menambahkan, hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekspor maupun perdagangan dalam negeri.

Totok menuturkan, dengan stabilnya rupiah, maka para eksportir akan lebih mudah berhitung mengenai perdagangan dan cost. "Karena ekspor kita itu kan tidak bisa lepas dari stabilitas rupiah," katanya.

Jika rupiah terus bergejolak, otomatis akan sangat berpengaruh terutama pada ekspor yang tidak berbasis bahan baku lokal. "Karena kalau rupiah menguat kan harga juga cenderung akan ikut naik, kondisi ini yang justru menjadi pemikiran di kita, persaingan di pasar global, karena kita ada beberapa kompetitor yang sangat kuat, seperti China," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×