kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.589   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Eksportir khawatirkan pergolakan rupiah


Minggu, 10 Oktober 2010 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. PRODUKSI BATUBARA 2018


Reporter: Irma Yani | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Para eksportir mulai cemas melihat nilai tukar rupiah yang terus bergejolak. Ketidakstabilan mata uang di pasar internasional termasuk rupiah, membawa dampak yang cukup besar bagi kinerja ekspor dan perdagangan.

"Yang kita harapkan para eksportir adalah stabilitas nilai tukar, karena khawatir kalau rupiah menguat itu tidak fundamental, tapi situasional," ujar Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI ) Totok Dirgantara, kepada KONTAN, Minggu (11/10).

Totok menambahkan, hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekspor maupun perdagangan dalam negeri.

Totok menuturkan, dengan stabilnya rupiah, maka para eksportir akan lebih mudah berhitung mengenai perdagangan dan cost. "Karena ekspor kita itu kan tidak bisa lepas dari stabilitas rupiah," katanya.

Jika rupiah terus bergejolak, otomatis akan sangat berpengaruh terutama pada ekspor yang tidak berbasis bahan baku lokal. "Karena kalau rupiah menguat kan harga juga cenderung akan ikut naik, kondisi ini yang justru menjadi pemikiran di kita, persaingan di pasar global, karena kita ada beberapa kompetitor yang sangat kuat, seperti China," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×