kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Ekspor ore dilarang, pajak hilang Rp 20 triliun


Senin, 17 Maret 2014 / 15:33 WIB
ILUSTRASI. 3 Kebiasaan yang Harus Diubah untuk Mencegah Gula Darah Tinggi Penderita Diabetes


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah memberlakukan pelarangan ekspor mineral mentah atawa ore sejak 12 Januari 2014. Penerimaan negara yang turun akibat pemberlakuan Undang-Undang Minerba ini disinyalir mencapai sekitar Rp 20 triliun.

"(Rp 20 triliun) itu termasuk PNBP. Kalau pajaknya saja hanya Rp 6 triliun," ujar Dirjen Pajak Fuad Rahmany yang dijumpai KONTAN di Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (17/3).

Menurut Fuad, dampak pelarangan ore terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) jauh lebih besar ketimbang penerimaan pajak sendiri. Meskipun begitu, dirinya sangat menyetujui adanya kebijakan tersebut.

Setelah setahun penerimaan pajak akan naik lagi karena sudah ada barang yang bernilai tambah. Lagipula, Mantan  Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) ini melihat kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah sangat positif untuk kebaikan jangka panjang Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×