kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.015   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.239   3,07   0,05%
  • KOMPAS100 819   2,91   0,36%
  • LQ45 624   2,43   0,39%
  • ISSI 216   0,91   0,42%
  • IDX30 350   -0,04   -0,01%
  • IDXHIDIV20 430   -0,32   -0,07%
  • IDX80 94   0,40   0,43%
  • IDXV30 119   1,62   1,37%
  • IDXQ30 112   -0,06   -0,05%

Ekspor ore dilarang, pajak hilang Rp 20 triliun


Senin, 17 Maret 2014 / 15:33 WIB
ILUSTRASI. 3 Kebiasaan yang Harus Diubah untuk Mencegah Gula Darah Tinggi Penderita Diabetes


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah memberlakukan pelarangan ekspor mineral mentah atawa ore sejak 12 Januari 2014. Penerimaan negara yang turun akibat pemberlakuan Undang-Undang Minerba ini disinyalir mencapai sekitar Rp 20 triliun.

"(Rp 20 triliun) itu termasuk PNBP. Kalau pajaknya saja hanya Rp 6 triliun," ujar Dirjen Pajak Fuad Rahmany yang dijumpai KONTAN di Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (17/3).

Menurut Fuad, dampak pelarangan ore terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) jauh lebih besar ketimbang penerimaan pajak sendiri. Meskipun begitu, dirinya sangat menyetujui adanya kebijakan tersebut.

Setelah setahun penerimaan pajak akan naik lagi karena sudah ada barang yang bernilai tambah. Lagipula, Mantan  Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) ini melihat kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah sangat positif untuk kebaikan jangka panjang Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×