kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Ekspor ore dilarang, ekspor anjlok US$ 3,8 miliar


Kamis, 08 Mei 2014 / 16:32 WIB
Ekspor ore dilarang, ekspor anjlok US$ 3,8 miliar
ILUSTRASI. Dampak Kekurangan Vitamin D untuk Kesehatan Tubuh


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menghitung dampak pelarangan ekspor mineral mentah atawa ore yang dilakukan pemerintah terhadap kinerja ekspor. BI memperkirakan ada penurunan kinerja ekspor mineral mentah sebesar US$ 3,8 miliar untuk keseluruhan tahun 2014.

"Sebelumnya kita perkirakan penurunannya hanya US$ 1,8 miliar," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Kamis (8/5).

Penurunan ekspor yang mendalam inilah yang kemudian membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, diperkirakan BI hanya mampu bertumbuh 5,1%-5,5%.

BI memahami saat ini ada beberapa perusahaan yang sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah untuk memperoleh ijin melakukan ekspor mineral mentah.

Perry menekankan perkiraan BI soal penurunan ekspor mineral mentah tersebut sangat bergantung pada kondisi ijin yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Apabila sudah ada ijin ekspor yang diberikan tentu kondisinya akan lebih baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×