kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Ekspor cetak rekor, neraca perdagangan surplus


Jumat, 01 Oktober 2010 / 13:29 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Neraca perdagangan kembali surplus pada Agustus lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan surplus sebesar US$ 1,49 Miliar.

Kepala BPS Rusman Heriawan menyatakan, ekspor Agustus lalu merupakan tertinggi sepanjang sejarah yaitu sebesar US$ 13,71 miliar sementara impor mencapai US$ 12,22 miliar. "Ini mematahkan pandangan bahwa defisit perdagangan masih akan terus berlanjut," katanya, Jumat (1/10).

Nilai ekspor Agustus lalu mematahkan rekor sebelumnya terjadi pada Desember 2009 lalu. Ketika itu nilai ekspor sebesar US$ 13,35 miliar. Secara year on year, nilai ekspor Agustus lalu melejit sebesar 29,99%. Bila dibandingkan Juli lalu, nilai ekspor naik sebesar 9,76%.

Ekspor non migas masih mendominasi ekspor Agustus lalu. Nilai mencapai sebesar US$ 11,77 miliar atau naik 10,94% Juli lalu. Komoditas ekspor Nilai ekspor Lemak dan minyak hewan/nabati memiliki nilai ekspor sebesar US$ 1,1 miliar.

Jepang masih menjadi tujuan ekspor non migas terbesar yakni sebesar US$ 1,4 miliar. Yang mengejutkan, China menyodok sebagai pasar ekspor terbesar ke dua. Nilainya mencapai US$ 1,24 miliar. China mengalahkan posisi Amerika Serikat yang hanya sebesar US$ 1,14 miliar. Rusman mengatakan ekspor ke China naik sebesar 35%. Ini karena permintaan batu bara dan minyak sawit mentah melejit.

Sementara impor pada Agustus 2010 nilainya mencapai US$ 12,22 miliar atau turun 3,21% dibandingkan Juli 2010 yang sebesar US$ 12,63 miliar. Namun, katanya, secara tahunan ini mengalami peningkatan 25,89%.

Rusman memaparkan, untuk impor non migas di Agustus 2010 mencapai US$ 10,01 miliar, turun US$ 0,5 miliar atau 4,79% dibandingkan impor Juli 2010. Sedangkan jika dilihat Januari-Agustus mencapai US$ 70,35 miliar, naik 43,56% dibandingkan tahun 2009.

Sementara itu, impor migas Agustus 2010 sebanyak US$ 2,21 miliar atau naik 4,69% dari bulan Juli lalu. Selama Januari-Agustus mencapai US$ 17,44 miliar atau naik 61,96% dibandingkan tahun sebelumnya. "Nilai impor non migas terbesar yaitu di golongan barang mesin atau peralatan mekanik senilai US$ 1,82 miliar, turun 6,54% dibandingkan Juli," katanya.

Sedangkan selama Januari-Agustus nilainya naik 37,06% dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. "Negara pemasok barang impor non migas terbesar selama Januari-Agustus masih dipegang oleh China dengan nilai US$ 12,89 miliar dan pangsa 18,32%," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×