kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom sebut pembiayaan anggaran melalui penerbitan SBN di kuartal IV tidak cukup


Selasa, 27 Oktober 2020 / 15:01 WIB
ILUSTRASI. lidya.yuniartha-Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting saat peluncuran Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR006, Senin (1/4).


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

“Namun seiring dengan adanya kerjasama antara Pemerintah dan Bank Indonesia terkait pembiayaan public goods dan non-public goods untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah dapat menambal kebutuhan pembiayaan untuk pemenuhan anggaran public goods dengan melakukan private placement ke BI,” jelas Josua kepada KONTAN, Selasa (27/10).

Sehingga, kebutuhan pembiayaan anggaran tersebut akan  bergantung pada tingkat permintaan di pasar obligasi dari sisi perbankan maupun investor asing.

Baca Juga: Sri Mulyani sebut realisasi pembiayaan anggaran telah capai 75,5% dari target

Sementara dari sisi perbankan, dengan mulai bergeraknya kembali aktivitas ekonomi, ia juga memproyeksikan perbankan akan mulai mendistribusikan dananya ke kredit pihak ketiga, dan mulai mengurangi pembelian SBN.

“Sehingga dalam 3 bulan ke depan, permintaan SBN dari bank cenderung melambat. Sementara itu, bergeraknya aktivitas ekonomi ini akan cenderung dapat mengundang investor asing ke Indonesia, sehingga terjadi peningkatan permintaan dari investor asing,” ujarnya.

Dengan kata lain, Josua memperkirakan pemenuhan pembiayaan anggaran akan mampu mencapai target seiring dengan mulai masuknya investor asing ke Indonesia melalui pasar obligasi.

Selanjutnya: Kemenkeu optimis realisasi pembiayaan utang bisa capai target hingga akhir tahun 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×