kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.874   28,00   0,17%
  • IDX 8.960   22,95   0,26%
  • KOMPAS100 1.235   6,28   0,51%
  • LQ45 872   3,56   0,41%
  • ISSI 326   1,92   0,59%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 520   3,27   0,63%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 142   1,07   0,76%

Ekonom Pefindo: Penambahan volume utang di saat ini memang diperlukan


Kamis, 07 Mei 2020 / 09:05 WIB
Ekonom Pefindo: Penambahan volume utang di saat ini memang diperlukan
ILUSTRASI. Pemerintah berencana menambah volume penerbitan SBN dan pinjaman


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah melakukan penambahan volume pinjaman guna menambal pengeluaran masih dianggap masuk akal. Terlebih di tengah pandemi virus corona seperti saat ini. 

Seperti diketahui, pemerintah berniat melakukan penambahan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan SBN valuta asing (valas) senilai US$ 10 miliar - US$ 12 miliar. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penambahan pinjaman dari development partners, baik bilateral dan multilateral sebesar US$ 6 miliar - US$ 8 miliar.

Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana menilai, keputusan pemerintah untuk melakukan penambahan pada saat seperti ini merupakan keputusan yang masuk akal.

Baca Juga: BI akan beli SBN di pasar perdana sekitar Rp 125 triliun

Terlebih, penerimaan negara dapat dipastikan akan menurun, di saat yang sama pengeluaran pemerintah juga meningkat. Dengan adanya upsize pinjaman ini, pemerintah tentu tidak bisa menghindari beban bunga utang yang besar di masa depan.

"Beban utang di masa depan pastinya akan meningkat seiring dengan kenaikan utang saat ini. Namun jika alokasinya tepat, saya pikir pengorbanan utang ini akan lebih baik, dibandingkan hanya menerima keadaan apa adanya, atau opportunity cost-nya masih akan lebih rendah," kata dia, Kamis (7/5).




TERBARU

[X]
×