kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Ekonom menilai investasi akan sulit terealisasi karena virus corona


Senin, 24 Februari 2020 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Pemandangan gedung di Jakarta. Dampak dari virus corona diramal bakal menggerus pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Selain percepatan realisasi yang mangkrak, Indef menyebut pemerintah diharapkan juga melakukan penguatan koordinasi dengan pemda. Pemda harus lebih aktif lagi memperbaiki iklim investasi di daerah masing-masing.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullam menambahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau omnibus law cipta kerja ditujukan untuk mendorong investasi dengan memberikan berbagai kemudahan. Namun cara itu akan berdampak pada jangka menengah-panjang.

Baca Juga: Jaga pertumbuhan ekonomi, BKPM yakin FDI di kuartal I sebesar Rp 250 triliun

Sementara, investasi juga akan menimbang tren konsumsi masyarakat yang mana saat ini di Indonesia mengalami perlambatan.

“Pemerintah hendaknya tidak hanya fokus memacu investasi tetapi juga harus mengimbangi dengan insentif yang bisa mendorong konsumsi,” kata Piter kepada Kontan.co.id, Senin (24/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×