kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Ekonom menilai investasi akan sulit terealisasi karena virus corona


Senin, 24 Februari 2020 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Pemandangan gedung di Jakarta. Dampak dari virus corona diramal bakal menggerus pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Selain percepatan realisasi yang mangkrak, Indef menyebut pemerintah diharapkan juga melakukan penguatan koordinasi dengan pemda. Pemda harus lebih aktif lagi memperbaiki iklim investasi di daerah masing-masing.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullam menambahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau omnibus law cipta kerja ditujukan untuk mendorong investasi dengan memberikan berbagai kemudahan. Namun cara itu akan berdampak pada jangka menengah-panjang.

Baca Juga: Jaga pertumbuhan ekonomi, BKPM yakin FDI di kuartal I sebesar Rp 250 triliun

Sementara, investasi juga akan menimbang tren konsumsi masyarakat yang mana saat ini di Indonesia mengalami perlambatan.

“Pemerintah hendaknya tidak hanya fokus memacu investasi tetapi juga harus mengimbangi dengan insentif yang bisa mendorong konsumsi,” kata Piter kepada Kontan.co.id, Senin (24/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×