kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Ekonom Mandiri prediksi inflasi November 2018 sebesar 0,18%


Jumat, 30 November 2018 / 18:49 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pasar tradisional


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Andri Asmoro, ekonom Bank Mandiri memprediksi inflasi November 2018 lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya. Dia memperkirakan inflasi 0,18% month on month (mom) atau 3,14% year-on-year (yoy).

Angka ini sama dengan prediksi dari Bank Indonesia (BI). "Inflasi year to date sekitar 2,39%," ungkap Andri kepada Kontan.co.id, Jumat (30/11).

Inflasi November 2018 didorong kenaikan harga beras karena faktor musiman. Selain itu kenaikan harga telur ayam dan bawang merah karena tingginya permintaan jelang akhir tahun dengan faktor Natal dan Tahun Baru.

Andri menjelaskan inflasi bulan ini masih relatif stabil karena peningkatan produktivitas dan tingginya stok makanan.

Distribusi makanan, manajemen stok pangan, meningkatnya agresivitas operasi pasar (OP) dan penerapan harga eceran tertinggi (HET) yang dibuat pemerintah membuat harga volatile food cenderung aman.

Dari administered price, Andri mengatakan tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Hal ini mengindikasikan komponen semakin stabil sesuai dengan komitmen pemerintah dalam mengontrol bahan bakar bersubsidi dan harga listrik.

Melihat inflasi yang stabil sejak Januari hingga November 2018, inflasi tahun ini akan sesuai dengan prediksi BI di sekitar 3,5%.

Andri memperkirakan 3,1% hingga 3,2%, lebih rendah dari perkiraan awal yang sebesar 3,6%. Sedangkan inflasi Desember 2018 diprediksi lebih tinggi yaitu 0,70%, karena faktor seasonal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×