kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Ekonom LPEM FEB UI memperkirakan PDB Indonesia di kuartal III akan lemah


Selasa, 02 November 2021 / 17:01 WIB
ILUSTRASI. Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (12/10/2021). Ekonom LPEM FEB UI memperkirakan PDB Indonesia di kuartal III akan lemah.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan akan ada pelemahan produk domestik bruto (PDB) di kuartal III/2021.

Dalam kajian yang dirilis LPEM FEB UI, diperkirakan PDB Indonesia di kuartal III/2021 akan berada di rentang 3,9%-4,3% atau level tengahnya berada di angka 4,1%. Menurut Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky, angka tersebut didorong oleh munculnya varian delta. 

Selain itu, kenaikan yang cukup signifikan di kuartal II/2021 juga menurutnya sulit untuk terulang karena aktivitas ekonomi di kuartal III/2021 yang relatif lebih ketat selama 1,5 bulan, dan baru dilonggarkan pada pertengahan bulan Agustus.

Baca Juga: BPS: Hingga September 2021, jumlah kunjungan wisman masih landai

“Secara praktis, hampir setengah di kuartal III/2021 itu dalam kondisi ekonomi yang relatif terbatas, dan melihat perkembangan kuartal III tersebut, paling tidak di tahun 2021 ini kita belum kembali level pra pandemi yaitu 5% tren jangka panjang perekonomian Indonesia,” kata Riefky dalam konferensi pers Indonesia Economic Outlook 2022, Selasa (2/11).

Ke depannya ia melihat, momentum pertumbuhan dapat terjadi di tahun 2022, dengan PDB Indonesia bisa menembus ke 5,1%-5.4%. Akan tetapi ia memberikan disclaimer, bahwa masih ada ketidakpastian dari sisi perkembangan mutasi Covid-19.

“Kalau bisa dijaga aktivitas ekonomi tidak perlu dibatasi terlalu jauh dan tetap bisa meng-handle aspek kesehatan maka seharusnya 5% cukup realistis di tahun 2022,” ujar Riefky. 

Untuk di tahun 2021 LPEM FEB UI memperkirakan PDB Indonesia belum akan mencapai 4%, atau hanya berada di kisaran 3,7%-3,9%.

Selanjutnya: Biaya logistik turun, Satria Antaran Prima optimis akan berdampak positif ke kinerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×