kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.261   26,90   0,43%
  • KOMPAS100 822   3,46   0,42%
  • LQ45 626   2,55   0,41%
  • ISSI 217   0,81   0,38%
  • IDX30 352   1,90   0,54%
  • IDXHIDIV20 432   1,38   0,32%
  • IDX80 94   0,32   0,34%
  • IDXV30 119   0,48   0,40%
  • IDXQ30 112   0,30   0,27%

Ekonom: Kinerja DHE tergantung ekspor


Senin, 23 Februari 2015 / 17:14 WIB
ILUSTRASI. Ini 7 Minuman untuk Radang Tenggorokan yang Mudah Dibuat di Rumah


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kepala Ekonom BII Juniman berpendapat, kinerja DHE tergantung pada kinerja ekspor dan kinerja ekspor tergantung pada faktor eksternal.

Menurutnya, ekonomi dunia tahun ini diprediksi lebih rendah dari tahun lalu. Akibat dari perekonomian dunia yang belum pulih ini adalah pada ekspor migas dan non migas.

Ia menjelaskan, kinerja ekspor Indonesia mengacu pada harga komoditas. Ekspor non migas didominasi oleh crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit, karet, tembaga, ataupun emas perhiasan. Kontribusi produk-produk non migas tersebut mencapai 40%-50%. "Harga produk-produk itu sedang turun sehingga ekspor non migas kita juga sulit tumbuh," ujarnya ketika dihubungi KONTAN, Senin (23/2).

Dengan melihat kondisi tersebut, dirinya memperkirakan DHE pada tahun ini akan tumbuh lebih rendah dibanding tahun lalu. Pertumbuhan industri non migas manufaktur akan melemah. Pada Januari 2015 saja, ekspor industri manufaktur tercatat turun 4,63% dari US$ 9,51 miliar pada Januari 2014 menjadi US$ 9,07 miliar pada Januari 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×