Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. HSBC Global Research mengingatkan Indonesia agar tidak tertinggal dari negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia dalam memperebutkan arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) di kawasan Asia Tenggara.
Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research, Herald van der Linde, mengatakan pelemahan investasi saat ini terjadi di seluruh dunia akibat tingginya ketidakpastian global.
Kondisi ini membuat banyak perusahaan menunda rencana ekspansi, termasuk pembangunan pabrik baru.
"Sangat sulit membangun sebuah pabrik jika anda tidak tahu seperti apa rezim regulasi yang akan dihadapi. Dalam banyak kasus, perusahaan-perusahaan akan menunda (investasi)," ujar Herald dalam Media Briefing yang digelar secara virtual, Jumat (8/8).
Baca Juga: Agar Pertumbuhan Ekonomi RI Ngebut Perlu Modal Jumbo dari Korporasi
Meski begitu, Herald menilai ada peluang besar bagi ASEAN seiring terjadinya pergeseran rantai pasok global.
Indonesia saat ini telah diuntungkan oleh masuknya investasi di sektor seperti nikel.
Namun, ia menilai langkah strategis berikutnya adalah menarik FDI yang padat karya dan padat keahlian. Pasalnya, FDI jenis ini akan mendorong permintaan tenaga kerja terampil yang lebih tinggi.
Herald mencontohkan, Vietnam dan Malaysia telah terlebih dahulu berhasil menarik investor di sektor ini.
"Saya pikir Indonesia harus memastikan bahwa mereka tidak ketinggalan dalam hal tersebut," pungkasnya.
Baca Juga: Industri Penjualan Langsung Bentuk Strategi Gaet Konsumen Perkotaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News