kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.850   28,00   0,16%
  • IDX 6.110   -67,19   -1,09%
  • KOMPAS100 799   -9,68   -1,20%
  • LQ45 602   -7,06   -1,16%
  • ISSI 211   -1,43   -0,67%
  • IDX30 340   -4,37   -1,27%
  • IDXHIDIV20 417   -4,71   -1,12%
  • IDX80 91   -1,19   -1,29%
  • IDXV30 112   -0,46   -0,41%
  • IDXQ30 108   -1,60   -1,45%

Ekonom: Demi infrastruktur, CAD naik bisa diterima


Kamis, 15 Januari 2015 / 21:14 WIB
ILUSTRASI. Waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Undian Badai Emas Pegadaian


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemerintah ingin menggenjot infrastruktur pada tahun ini. Dampaknya adalah impor belanja modal seperti baja akan meningkat.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih berpendapat, defisit transaksi berjalan yang tetap sama dibanding tahun 2014 bisa diterima. Fokus pemerintah pada infrastruktur jelas akan menyebabkan impor belanja modal meningkat. 

Yang jadi penekanan Lana, dari sisi neraca transaksi berjalan tahun ini adalah impor minyak. Harga minyak dunia yang turun sehingga harga BBM premium turun mengakibatkan konsumsi masyarakat meningkat.

Alhasil, impor minyak semakin menanjak. "Impor barang modal masih bisa diterima, namun impor minyak yang meningkat perlu jadi perhatian," terangnya ketika dihubungi KONTAN, Kamis (15/1). Maka dari itu, ia perkirakan defisit transaksi berjalan pada tahun ini akan berada pada level 3,3%-3,5% dari PDB. 

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memprediksi defisit transaksi berjalan pada tahun 2015 masih akan berada pada level 3% dari PDB. Untuk tahun 2014 sendiri,  defisit transaksi berjalan secara keseluruhan tahun berada pada level 3,02% dari PDB atau US$ 25 miliar. Komponen transaksi berjalan yang mengalami perbaikan signifikan adalah neraca non migas.

BI menghitung, neraca non migas membaik dari defisit US$ 10,6 miliar pada tahun 2013 menjadi defisit US$ 6,1 miliar pada tahun 2014. Sementara itu, untuk neraca migas defisitnya mengalami kenaikan dari tahun 2013 defisit sebesar US$ 18,5 miliar naik menjadi US$ 19,7 miliar pada tahun 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×