kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.150   57,00   0,32%
  • IDX 4.936   -94,08   -1,87%
  • KOMPAS100 635   -12,77   -1,97%
  • LQ45 506   -7,90   -1,54%
  • ISSI 162   -3,70   -2,23%
  • IDX30 285   -4,02   -1,39%
  • IDXHIDIV20 385   -4,11   -1,06%
  • IDX80 73   -1,38   -1,84%
  • IDXV30 107   -1,23   -1,14%
  • IDXQ30 96   -1,26   -1,29%

Ekonom: Harga minyak membuat tekanan CAD turun


Kamis, 04 Desember 2014 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Cara Nonton Mashle: Magic and Muscles Episode 10 Subtitle Indonesia, Cek Sekarang


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Penurunan harga minyak mentah dunia berdampak positif bagi penurunan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Ekonom Standard Chartered Eric Sugandhi berpendapat, harga minyak mempunyai dua sisi.

Karena Indonesia adalah importir minyak yang besar, maka penurunan harga minyak sangat berpengaruh untuk mengurangi tekanan impor. Di sisi lain penurunan harga minyak akan mempengaruhi kinerja ekspor migas. Ekspor migas akan lesu dan mempengaruhi pergerakan harga batu bara.

"Namun tarikannya lebih besar ke sisi impor. Makanya netnya positif untuk transaksi berjalan," terang Eric ketika dihubungi KONTAN, Kamis (4/12). Hingga akhir tahun dirinya memprediksi defisit transaksi berjalan akan turun ke level 2,9% dari PDB atau US$ 24,9 miliar. 

Perbaikan neraca transaksi berjalan juga diakibatkan kebijakan BI yang menekan impor dengan memasang suku bunga pada level tinggi. Sebab di sisi ekspor, harga komoditas masih belum membaik secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×