kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.059   59,00   0,33%
  • IDX 5.749   -191,94   -3,23%
  • KOMPAS100 760   -25,75   -3,28%
  • LQ45 572   -16,53   -2,81%
  • ISSI 200   -6,45   -3,13%
  • IDX30 325   -9,13   -2,73%
  • IDXHIDIV20 404   -8,61   -2,09%
  • IDX80 86   -2,90   -3,27%
  • IDXV30 110   -3,10   -2,74%
  • IDXQ30 105   -2,62   -2,43%

Ekonom: Harga minyak membuat tekanan CAD turun


Kamis, 04 Desember 2014 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Cara Nonton Mashle: Magic and Muscles Episode 10 Subtitle Indonesia, Cek Sekarang


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Penurunan harga minyak mentah dunia berdampak positif bagi penurunan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Ekonom Standard Chartered Eric Sugandhi berpendapat, harga minyak mempunyai dua sisi.

Karena Indonesia adalah importir minyak yang besar, maka penurunan harga minyak sangat berpengaruh untuk mengurangi tekanan impor. Di sisi lain penurunan harga minyak akan mempengaruhi kinerja ekspor migas. Ekspor migas akan lesu dan mempengaruhi pergerakan harga batu bara.

"Namun tarikannya lebih besar ke sisi impor. Makanya netnya positif untuk transaksi berjalan," terang Eric ketika dihubungi KONTAN, Kamis (4/12). Hingga akhir tahun dirinya memprediksi defisit transaksi berjalan akan turun ke level 2,9% dari PDB atau US$ 24,9 miliar. 

Perbaikan neraca transaksi berjalan juga diakibatkan kebijakan BI yang menekan impor dengan memasang suku bunga pada level tinggi. Sebab di sisi ekspor, harga komoditas masih belum membaik secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×